JAKARTA - Gedung Putih berharap Presiden Donald Trump dapat melanjutkan "hubungan pribadi" yang baik dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia dan Xi Jinping dari Tiongkok, terlepas dari tindakan Washington terhadap Venezuela, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
"Saya pikir Presiden memiliki hubungan yang sangat terbuka, jujur, dan baik dengan Presiden Putin dari Rusia dan Presiden Xi dari Tiongkok," katanya dalam sebuah konferensi pers ketika ditanya bagaimana tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penyitaan kapal tanker Marinera berbendera Rusia oleh AS dapat memengaruhi hubungan Washington dengan Moskow dan Beijing, dikutip dari TASS (7/1).
"Dia telah berbicara dengan mereka berkali-kali, seperti yang Anda ketahui, sejak menjabat sekitar setahun yang lalu, dan saya percaya bahwa hubungan pribadi tersebut akan terus berlanjut," tandasnya.
Meskipun demikian, menurut Leavitt, Presiden Trump akan "menegakkan kebijakan kita yang terbaik untuk Amerika Serikat."
"Dan terkait penyitaan kapal-kapal ini, itu berarti menegakkan embargo terhadap semua kapal armada gelap yang secara ilegal mengangkut minyak (Venezuela). Dan hanya perdagangan sah yang ditentukan oleh Amerika Serikat yang akan diizinkan," katanya.
"Itulah kebijakan pemerintahan ini, dan dia (Trump) tidak takut untuk melaksanakannya,” tegas Leavitt.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil Pinto mengatakan pada 3 Januari, AS telah menyerang fasilitas sipil dan militer di Caracas. Ia mengutuk tindakan Washington sebagai agresi militer. Keadaan darurat telah diberlakukan di Venezuela.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi serangan terhadap Venezuela. Menurut pemimpin AS, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.
Mereka kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan ditahan di fasilitas penahanan di Brooklyn, New York bagian selatan. Pada 5 Januari, Maduro dan istrinya hadir di hadapan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York. Otoritas AS menuduh mereka terlibat dalam perdagangan narkoba, tuduhan yang telah dibantah oleh kedua terdakwa.
BACA JUGA:
Rusia diketahui mengutuk serangan AS ke Venezuela, dikutip dari AFP dan CNN. Sementara, China meminta AS segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya, mengutuk serangan yang dilakukan AS, seperti mengutip CNN.
Presiden Trump mengklaim Amerika Serikat akan mengambil alih pemerintahan sementara Venezuela. Selain itu, Presiden AS menyatakan keyakinannya bahwa Washington akan mengamankan kompensasi dari Caracas untuk perusahaan minyak AS.
Ia mengatakan pemerintah sementara Venezuela akan "menyerahkan" antara 30 dan 50 juta barel minyak "berkualitas tinggi" kepada AS.