JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut akan menggelar lomba khusus bagi generasi Z untuk mencari solusi atas dua masalah klasik di Jakarta, yakni sampah dan kemacetan.
Pramono mengatakan lomba untuk anak muda itu akan dikemas dalam bentuk hackathon atau kompetisi penyusunan program atau inovasi. menjanjikan hadiah yang dinilai relevan dengan karakter Gen Z, termasuk kesempatan melihat langsung kota-kota besar dunia.
Hal ini disampaikan Pramono dalam peluncuran program pelatihan Gig Economy bagi Gen Z dan Soft Launching AI Innovation Challenge yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Saya akan gunakan untuk para pelaku di hackaton ini, lombanya adalah solusi mengatasi sampah atau solusi mengatasi kemacetan, sebagai kota global. Pokoknya ini untuk Gen Z ya," kata Pramono di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Desember.
Pramono menyebut lomba tersebut akan dibuka selama dua bulan. Lomba inovasi para Gen Z tersebut diadakan sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut 500 tahun Jakarta.
Pramono pun langsung meminta jajarannya untuk menyiapkan mekanisme perlombaan yang akan disampaikan secara lengkap di waktu mendatang. Kepada para pemenang, Pramono menjanjikan hadiah kunjungan ke luar negeri.
"Pokoknya hadiahnya menarik dan kami akan fasilitasi untuk melihat dunia. Hadiah juara 1, 2, atau 3, pokoknya 1, 2 pasti kami fasilitasi untuk melihat dunia. Apakah melihat Beijing, New York, dan sebagainya, kami fasilitasi untuk itu," ujarnya.
Menurut Pramono, langkah ini sejalan dengan upaya Jakarta mencapai target menjadi salah satu dari 50 kota global.
Pramono juga menyinggung peran ekonomi Jakarta yang masih dominan secara nasional. Ia menyebut kontribusi Jakarta terhadap produk domestik bruto (GDP) nasional mencapai 16,39 persen, dengan pertumbuhan ekonomi 5,04 persen pada triwulan ketiga.
"Sebagai kota yang memberikan kontribusi 16,39 persen terhadap GDP, dan Jakarta ini sekarang tumbuh 5,04 persen di triwulan ketiga ini, tentunya kami betul-betul berharap bisa bersinergi dengan pemerintah pusat," katanya.
Dalam kesempatan itu, Pramono turut menyoroti perkembangan gig economy yang dinilai semakin signifikan. Berdasarkan data statistik terakhir, sektor ini telah dimanfaatkan hampir 2,5 juta orang.
BACA JUGA:
Ia pun membuka peluang bagi pemerintah pusat untuk memanfaatkan Jakarta sebagai lokasi berbagai agenda dan kegiatan ke depan.
"Maka untuk itu Pak Menko, kalau kemudian Pak Menko dan Pak Menteri mau mengadakan acara di Jakarta, kami bersedia menjadi tuan rumah sepenuhnya. Gunakanlah ruang-ruang yang dimiliki oleh Pemerintah Jakarta," tutupnya.