JAKARTA - Seorang wanita bernama Connie Aguilar mengajukan gugatan terhadap perusahaan kapal pesiar terbesar kedua di dunia Royal Caribbean atas kasus kematian tunangannya.
Mengutip ABC News, Jumat 12 Desember, Aguilar mengajukan gugatan atas tudingan penanganan buruk kru Royal Caribbean menyebabkan tunanganya Michael Virgil yang berusia 35 tahun tewas.
Aguilar menuduh Royal Caribbean lalai lantaran menyajikan setidaknya 33 gelas minuman keras (miras) yang ditenggaknya bersama Virgil saat perjalanan pulang-pergi wisata berpesiar dari Los Angeles ke Ensenada, Meksiko.
Wanita itu juga menuding kru kapal pesiar tersebut bertanggung jawab atas kematian Virgil pada Desember 2024.
Virgil yang berada dalam pengaruh alkohol mengamuk tak jelas dalam perjalanan Royal Caribbean sehingga terpaksa ditangani oleh kru kapal.
Dalam gugatan tersebut dijelaskan, Aguilar bersama tunangannya Virgil berwisata kapal pesiar tujuan Los Angeles-Ensenada-Los Angeles. Turut serta juga putra keduanya, dan sejumlah anggota keluarga mereka yang lain.
Laiknya kapal pesiar, semua makanan dan minuman disajikan dan bisa dinikmati. Namun, Aguilar dalam gugatannya menyebutkan para awak menyajikan lebih dari dua lusin minuman kepada Virgil sehingga tunangannya itu menjadi tersesat dan gelisah saat mencoba menemukan kamarnya.
Gugatan tersebut kemudian menuduh, para awak kapal menangkap Virgil" dan menindihnya dengan seluruh berat badan mereka. Para awak kapal disebutkan menahan Virgil cukup lama dalam posisi tengkurap, menekan punggung dan tubuhnya, dan mengganggu pernapasannya.
Atas permintaan kapten, para awak kapal kemudian memberikan obat penenang dan menyemprotnya dengan semprotan merica.
Masih dalam dokumen gugatan disebutkan, tindakan tersebut menyebabkan gagal napas, serangan jantung, dan kematian Virgil.
Pemeriksa Medis Wilayah Los Angeles menyatakan kematian tersebut sebagai pembunuhan. Dikatakannya bahwa Virgil meninggal karena gabungan efek asfiksia mekanis, yaitu ketika gaya atau benda menghalangi pernapasan; obesitas; pembesaran jantung dan keracunan alkohol.
Berdasarkan rekaman video penumpang kapal bernama Christopher McHale yang diperoleh oleh KTTV Los Angeles, dalam momen tersebut Virgil terlihat menendang-nendang pintu di lorong sempit.
Virgil yang tidak sadarkan diri juga berteriak-teriak mengeluarkan kata-kata kasar, mengancam akan membunuh McHale dan seorang anggota kru. Ia juga mengejar mereka di lorong.
McHale mengatakan anggota kru yang dikejar kemudian mengunci diri di ruang handuk, yang kemudian coba didobrak oleh Virgil.
Video tersebut juga merekam petugas keamanan dan orang lain yang akhirnya menahan Virgil di lantai.
Lebih lanjut, gugatan Aguilar menyatakan bahwa anggota kru seharusnya tidak menyajikan miras kepada Virgil karena korban telah “jelas menunjukkan tanda-tanda mabuk”.
Gugatan kemudian mengutip klaim hukum umum maritim yang mengharuskan operator seperti Royal Caribbean untuk “mengawasi dan membantu penumpang yang cenderung melakukan perilaku berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain".
Adapun gugatan ini diajukan ke Pengadilan federal di Miami, markas Royal Caribbean, pada Jumat pekan lalu. Dalam gugatannya, Aguilar menuntut ganti rugi yang tidak ditentukan. Hingga kini Royal Caribbean masih belum menanggapi gugatan tersebut.