Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkap satu siswa dan satu guru yang menjadi korban tertabrak mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Cilincing harus dioperasi.

Korban yang saat ini dirawan RSUD Koja sebanyak lima orang, terdiri dari empat siswa dan satu guru. Rano menyebut guru tersebut mengalami patah tulang di bagian kaki.

Hal ini disampaikan Rano usai menjenguk pada korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

"Di sini ada lima, yaitu yang satu guru, kakinya patah. Insyaallah tadi kita juga sudah ketemu, beliau sadar segala macam, dan insyaallah segera akan operasi," kata Rano, Kamis, 11 Desember.

Sementara, satu orang siswa yang juga harus dioperasi mengalami luka cukup serius pada wajah. Namun, berdasarkan keterangan dokter, bagian kepala siswa tersebut tak terluka.

"Saya tidak ingin menutup-nutupi karena ada impact di muka, ya. Untungnya, alhamdulillah tadi saya ketemu dengan dokter bedah, alhamdulillah kepala tidak ada masalah, brain tidak ada masalah. Cuma, dagunya harus ortopedi khusus," ungkap Rano.

Rano juga membantah kabar korban yang meninggal dunia. Ia menekankan tak ada korban jiwa dari kejadian yang mencelakai para pelajar di satuan pendidikan wilayah Jakarta Utara ini.

"Ada berita katanya ada korban jiwa, tidak ada. Tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah semuanya selamat, tapi memang lima orang, empat orang ini memerlukan apa perawatan khusus. Tapi insyaallah tidak ada korban jiwa," jelas dia.

Pemprov DKI, dipastikan Rano, akan menanggung semua biaya perawatan siswa dan guru yang menjadi korban tabrakan hingga pulih.

Diketahui, satu unit mobil pengangkut MBG bernomor polisi B 2093 UIU menabrak sejumlah murid yang sedang upacara di lapangan olah raga SDN Kalibaru 01, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi.

Insiden terjadi pada pukul 06.39 WIB saat ratusan siswa sudah duduk di lapangan untuk mengikuti kegiatan literasi mingguan. Insiden ini menyebabkan 21 orang terluka, terdiri dari 20 pelajar dan satu guru. Korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebagian besar pelajar dirawat di RSUD Cilincing dan puskesmas di sekitar lokasi. Sementara empat siswa dan satu guru dengan luka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dibawa ke RSUD Koja.