JAKARTA - Ancaman bom terhadap dua pesawat IndiGo membuat maskapai tersebut mengalami chaos atau kekacauan operasional di sejumlah bandara di India hingga hari ini, Jumat 5 Desember.
Insiden ancaman bom dua pesawat IndiGo rute Uni Emirat Arab (UEA)-India itu memicu gangguan hingga pembatalan penerbangan.
Mengutip AP, Jumat 5 Desember, kekacauan operasional ini juga setelah maskapai IndiGo pada hari ini, atau hari keempat penerapan peraturan baru tentang pengurangan jam kerja pegawai dan pilot maskapai terbesar di India tersebut.
Menurut maskapai, peraturan baru itu mewajibkan waktu istirahat yang lebih lama dan membatasi jam terbang malam maskapai IndiGo untuk mengatasi kekhawatiran tentang kelelahan dan keselamatan.
IndiGo diketahui mengoperasikan sekitar 2.300 penerbangan setiap hari dan menguasai hampir 65 persen pasar penerbangan domestik India.
Para penumpang IndiGo di sejumlah bandara di India yang terdampak situasi tersebut terlihat tidur di lantai bandara, mengantre berjam-jam di konter layanan pelanggan, dan menunggu kepastian penerbangan tanpa komunikasi yang jelas dari maskapai.
BACA JUGA:
Penumpang lanjut usia (lansia) Sajal Bose yang dijadwalkan bepergian bersama istrinya, Senjuti Bose, Jumat pagi ini dari Kolkata ke New Delhi mengaku sangat terdampak.
Sedianya Bose dan istrinya, bepergian menggunakan maskapai IndiGo untuk menghadiri perayaan ulang tahun perak seorang teman. Namun, penerbangannya dibatalkan satu jam sebelum jadwal lepas landas.
Bose mengatakan kepada AP merencanakan ulang transportasi yang akan dipakainya. Ia menjadi harus menempuh perjalanan kereta selama sembilan jam ke kota Bagdogra, di mana ia berencana untuk terbang ke New Delhi dengan maskapai lain.
"Ini sangat tidak bertanggung jawab dan merupakan kelalaian total. Sangat sulit bagi orang tua seperti kami," ujarnya.
Dalam email internal kepada para pegawainya minggu ini, yang dilihat oleh AP, CEO IndiGo, Pieter Elbers, meminta maaf, dan menyebutkan gangguan teknologi, perubahan jadwal, kondisi cuaca buruk, kemacetan yang meningkat, dan penerapan aturan baru sebagai alasan gangguan penerbangan.
IndiGo telah mengajukan pengecualian sementara dalam penerapan aturan baru tersebut dan memberi tahu pemerintah bahwa langkah-langkah perbaikan sedang dilakukan. IndiGo mengindikasikan bahwa operasi akan pulih sepenuhnya pada 10 Februari.