JAKARTA - Dua pesawat penumpang maskapai IndiGo rute Uni Emirat Arab (UEA)-India mendapat ancaman bom. Salah satunye terbang dari Madinah, UEA.
IndiGo dalam pernyataan resminya menyebutkan, dua pesawat tersebut tujuan Madinah-Hyderabad dan rute Sharjah-Telangana terbang pada Kamis 4 Desember.
Kedua penerbangan itu dialihkan ke bandara lain setelah adanya ancaman bom.
Pesawat pertama rute Madinah-Hyderabad melakukan pendaratan darurat sebuah teluk terpencil setelah dalam penerbangan IndiGo menerima email ancaman peledakan jika pesawat tersebut mendarat di tujuannya.
Pesawat mengangkut lebih dari 180 penumpang dan enam awak itu mendarat di Ahmedabad pada siang hari langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas.
“Penerbangan itu mendarat di Ahmedabad setelah otoritas [bandara] Hyderabad menerima ancaman bom melalui surel. Surel tersebut mengancam bahwa jika pesawat diizinkan mendarat di Hyderabad, pesawat itu akan diledakkan oleh bom. Akibatnya, terjadi pendaratan darurat di Ahmedabad,” kata Wakil Komisaris Polisi Zona Empat Ahmedabad, Atul Bansal, Kamis 4 Desember, dikutip dari Hindustan Times
BACA JUGA:
Beberapa jam kemudian, pesawat lain dari IndiGo menuju ibu kota Telangana juga mendapat bahaya serupa. Namun, pesawat tersebut dialihkan tujuannya mendarat di Mumbai setelah adanya ancaman bom.
Hingga hari ini, lebih dari 300 penerbangan IndiGo dibatalkan karena maskapai tersebut kesulitan beradaptasi dengan aturan jadwal penerbangan yang baru.
Para pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan setidaknya 33 penerbangan dibatalkan, termasuk rute dari Delhi, 68 dari Hyderabad, 85 dari Mumbai, dan 73 dari Bengaluru pada hari Kamis. Pada hari Rabu, setidaknya 67 penerbangan dibatalkan di bandara Delhi (37 keberangkatan dan 30 kedatangan), 42 di Bengaluru, 40 di Hyderabad (19 keberangkatan dan 21 kedatangan), dan 33 di Mumbai (17 keberangkatan dan 16 kedatangan).