Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada Hari Kamis, semua "kesalahpahaman" dengan Amerika Serikat terkait Ukraina telah diselesaikan setelah pertemuan awal bulan ini antara Presiden Vladimir Putin dan Utusan AS Steve Witkoff.

Kremlin memuji pertemuan 2 Desember yang juga dihadiri menantu Presiden Donald Trump sebagai "konstruktif," meskipun tidak ada terobosan besar yang dicapai untuk menyelesaikan perang Ukraina.

Menlu Lavrov mengatakan, pembicaraan tersebut telah mengonfirmasi "pemahaman bersama" yang dicapai antara Presiden Putin dan Presiden Trump pada pertemuan puncak di Alaska pada Bulan Agustus.

"Sekarang, di sini, dalam negosiasi kami dengan Amerika mengenai masalah Ukraina, saya pribadi percaya bahwa kesalahpahaman dan miskomunikasi telah diselesaikan," jelas Menlu Lavrov melansir Al Arabiya dari Reuters (12/12).

Menlu Lavrov mengatakan, Rusia menginginkan paket dokumen yang disepakati untuk mendukung kesepakatan perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan di Ukraina, dengan jaminan keamanan bagi semua pihak yang terlibat.

"Kami telah menyampaikan kepada rekan-rekan Amerika kami proposal tambahan mengenai jaminan keamanan kolektif," ungkap Menlu Lavrov.

"Kami memahami bahwa ketika membahas jaminan keamanan, kami tidak dapat membatasi diri hanya pada Ukraina saja," tandasnya.

Menlu Lavrov kembali menekankan, Rusia tidak akan menerima keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk Ukraina dan Moskow menginginkan perlindungan bagi penutur bahasa Rusia di Ukraina.