Bagikan:

JAKARTA - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada Hari Kamis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menerima usulan tentang konsesi wilayah yang siap diberikan Ukraina untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Kanselir Merz mengatakan, usulan itu dikirim setelah Ia dan para pemimpin Eropa lainnya berbicara melalui telepon dengan Presiden Trump pada Hari Rabu.

"Ini terutama menyangkut pertanyaan tentang konsesi wilayah apa yang siap diberikan Ukraina," kata Kanselir Merz, melansir Al Arabiya dari AFP (11/12).

Namun, Kanselir Merz memperingatkan bahwa pada akhirnya "Presiden Ukraina dan rakyat Ukraina harus menjawab pertanyaan tersebut."

Kanselir Merz, dalam konferensi pers bersama dengan Kepala NATO Mark Rutte Mark Rutter mengatakan "akan menjadi kesalahan untuk memaksa presiden Ukraina untuk berdamai dengan rakyatnya setelah empat tahun penderitaan dan kematian."

Pada Hari Rabu, Presiden Trump menyatakan ketidaksabarannya terhadap Ukraina dengan sekutu-sekutu Eropanya, Prancis, Inggris dan Jerman.

Presiden Trump mengatakan "kata-kata keras" dipertukarkan dalam panggilan telepon dengan Kanselir Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Kanselir Merz mengatakan, pembicaraan lebih lanjut dengan Amerika Serikat direncanakan akhir pekan ini dan pertemuan internasional tentang Ukraina "dapat berlangsung pada awal minggu depan."

"Apakah pemerintah Amerika akan berpartisipasi atau tidak, sangat bergantung pada draf bersama dokumen yang saat ini sedang dikerjakan," katanya.

Kanselir Merz mengatakan, percakapannya dengan Presiden Trump pada Hari Rabu telah "memberikan kesan kuat bahwa dia siap untuk menempuh jalan ini bersama kita, karena dia tahu bahwa kepentingan Eropa harus didengar."