JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Irak membuka kembali Bandara Internasional Baghdad pada Kamis 11 Desember siang waktu setempat setelah ditutup selama 12 jam akibat cuaca ekstrem.
Menurut kantor berita INA dikutip dari AFP, pihak berwenang mengumumkan penutupan Bandara Baghdad sekitar pukul 12.30 dini hari ini karena cuaca buruk dan kabut parah yang mengurangi jarak pandang.
Bandara Najaf di Irak tengah dan Sulaimaniyah di wilayah Kurdistan utara juga sempat ditutup karena faktor serupa. Namun, operasional dua bandara itu telah dibuka kembali hari ini.
BACA JUGA:
Hujan lebat selama dua hari terakhir menyebabkan banjir di beberapa daerah di Irak, khususnya di wilayah otonom Kurdistan.
Pihak berwenang setempat menyebutkan, banjir di utara menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang anak.
Akibat cuaca ekstrem, jembatan utama yang menghubungkan kota Kirkuk di utara ke Baghdad juga runtuh.
Pihak berwenang berharap hujan lebat akan membantu meringankan kekurangan air di Irak yang dilanda kekeringan, setelah cadangan air di danau buatan mencapai tingkat terendah dalam sejarah negara itu baru-baru ini menyusul musim kemarau.
Irak, yang sangat terdampak oleh perubahan iklim, telah dilanda kekeringan dan curah hujan rendah selama bertahun-tahun.