Bagikan:

JAKARTA - Penerbangan rute Turki menuju Sulaimaniyah, Irak dibuka kembali pada Senin waktu setempat. Rute tersebut ditutup selama 2,5 tahun buntut kewaspadaan Turki terhadap meningkatnya aktivitas militan di wilayah otonomi Kurdistan tersebut.

Mengutip AFP, Selasa 4 November, Juru Bicara Bandara Internasional Sulaimaniyah, Dana Mohammed, mengatakan maskapai penerbangan Turkish Airlines memuat 105 penumpang memulai pendaratannya kemarin, sebelum kembali lagi di hari yang sama dari Sulaimaniyah ke Istanbul mengangkut 123 penumpang.

Mohammed mengatakan bahwa penerbangan pada hari Senin menandai "berakhirnya larangan" di bandara tersebut, dan menambahkan bahwa "wilayah udara Turki telah dibuka kembali mulai Senin untuk penerbangan dari Eropa ke bandara (Sulaimaniyah) dan sebaliknya."

Turki diketahui titik transit utama untuk penerbangan masuk dan keluar dari Sulaimaniyah.

Pada April 2023, Turki mengumumkan larangan penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Sulaimaniyah atas tuduhan bahwa Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang telah menyusup ke bandara dan meningkatkan aktivitas di provinsi tersebut.

Beberapa hari setelah pengumuman Turki tersebut, Irak menuduh Turki melakukan serangan di dekat bandara saat pasukan AS sedang berkunjung bersama Mazloum Abdi, pemimpin Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi.

Turki telah berulang kali menuduh bahwa Unit Perlindungan Rakyat, komponen kunci SDF, terkait dengan militan PKK.

PKK mulai menarik semua pasukannya dari wilayah Turki ke Irak utara bulan lalu.