JAKARTA – Kebakaran hebat yang diduga dipicu kegagalan termal pada baterai drone di gedung penjualan pesawat tanpa awak (drone) Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember siang, menewaskan sedikitnya 8 orang. Para korban ditemukan dalam kondisi hangus di dalam bangunan tujuh lantai tersebut.
Dari pantauan VOI, petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat terus mengevakuasi kantong-kantong jenazah dari dalam area gedung. Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat kondisi ruangan yang dipenuhi puing dan material terbakar.
“Banyak (korban tewas). Belum selesai masih evakuasi,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra kepada VOI, Selasa siang.
Hingga sore hari, jumlah pasti korban tewas belum dapat dipastikan karena proses penyisiran seluruh lantai masih dilakukan. Namun informasi lapangan menyebutkan sedikitnya 8 korban ditemukan tidak bernyawa.
BACA JUGA:
Salah seorang karyawan, Dimitri, menyebut penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari baterai drone yang mengalami thermal runaway hingga memicu ledakan sebelum api menjalar dengan cepat ke berbagai ruangan.
“Dugaan kegagalan termal pada baterai drone yang memicu ledakan serta kebakaran,” katanya.
Kobaran api sebelumnya terlihat membakar gedung tujuh lantai itu dengan kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi dan menimbulkan kepanikan warga sekitar. Informasi awal menyebutkan 15 karyawan sempat terjebak di lantai atas.
Hingga Selasa sore, petugas Gulkarmat Jakarta Pusat masih berjibaku melakukan evakuasi lanjutan dan pencarian sisa korban di dalam bangunan yang terdampak kebakaran.