YOGYAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut perilaku koruptif memberi dampak dahsyat bagi masyarakat. Bencana alam hingga kebijakan bermasalah bisa muncul akibat praktik lancung untuk memberikan keuntungan.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam kegiatan Bincang Asik Bangun Integritas (Bisik) yang digelar Direktorat Jejaring Pendidikan KPK di Universitas Janabadra Yogyakarta, Senin, 8 Desember. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati tiap 9 Desember.
“Perilaku koruptif dampaknya sangat dahsyat. Banyak bencana alam dan persoalan kebijakan yang kita hadapi hari ini tidak lepas dari perilaku koruptif di belakangnya,” kata Fitroh yang dikutip pada Rabu, 9 Desember.
Kondisi inilah yang membuat KPK merasa pendidikan antikorupsi menjadi benteng perubahan perilaku. “Penindakan hanya satu bagian karena itu ada yang namanya trisula: pendidikan, pencegahan, penindakan,” tegas mantan Direktur Penuntutan KPK tersebut.
Ke depan, Fitroh memastikan KPK bakal terus memperkuat kolaborasi untuk mendorong sistem pendidikan antikorupsi yang efektif. “Termasuk lewat penguatan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, dan perluasan jejaring akademik,” ujarnya.
Penguatan ini penting karena pelaksanaan pendidikan antikorupsi, khususnya di wilayah kampus belum seragam dan merata serta belum ada indikator baku penilaian. Temuan ini didapat dari hasil evaluasi awal.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa KPK tidak hanya menangkap orang, tetapi juga mengampanyekan dampak korupsi dan memperkuat sistem pendidikan antikorupsi."
BACA JUGA:
Adapun Bisik Batas menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi, seperti Prof. Dr. Sumaryati dari Universitas Ahmad Dahlan; Dr. Arqom Kuswanjono dari Asosiasi Kelembagaan dan Dosen MKWK Seluruh Indonesia. Hadir juga Direktur Jejaring Pendidikan KPK Dian Novianthi.
Kemudian, 20 perguruan tinggi pengelola Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) seperti UGM, UNY, UMY, UAD, UII, USD, ISI Yogyakarta, dan lainnya juga hadir dalam kegiatan ini.