Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan integritas harus ditanamkan sejak dini. Sebab, perilaku koruptif tidak begitu saja muncul.

Hal ini disampaikan Kepala Satgas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Medio Venda dalam kegiatan ‘Edukasi Seru Lewat Nonton Film dan Jelajah Museum: Pemuda/Pemudi Beraksi Berantas Korupsi’ yang bekerja sama dengan Museum Bank Mandiri. Ratusan siswa sekolah menengah pertama negeri (SMPN).

“Perilaku koruptif tidak muncul tiba-tiba, tapi dari kebiasaan abai terhadap hal kecil, seperti mencontek, tidak pakai helm hingga menyepelekan aturan. Kalian bertugas memutus rantai buruk itu,” kata Medio dalam keterangan tertulis KPK, Sabtu, 1 November.

Dalam kegiatan itu, KPK menayangkan film pendek pemenang Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) seperti “Pirates of Sepuluh Ribuan” karya Muhammad Azhar (Riau), “Solemates” karya Muhammad Farell Cesario (Banten), dan “Loma” karya Della Kartika. Ketiganya membawa pesan kuat tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian menolak kecurangan.

Medio juga mengajak siswa untuk terus berkreasi dan menebar nilai kejujuran lewat karya. “Kalau kalian suka membuat film atau TikTok, itu awal yang bagus,” ujarnya.

“Tahun depan, KPK akan kembali membuka kompetisi film pelajar. Siapa tahu karya kalian bisa tampil di ACFFest berikutnya,” sambung Medio.

Sementara itu, Puri Ranti Minasti selaku Vice President Bank Mandiri mengapresiasi kolaborasi dengan KPK. Katanya, kegiatan pemutaran film jadi cara cerdas dan relevan menyampaikan pesan antikorupsi kepada generasi muda.

“Film-film yang ditayangkan ringan dan mudah dipahami, tapi tetap mengandung pesan moral kuat tentang berbuat baik setiap hari. Jadi, pesan antikorupsi lebih mudah diterima masyarakat,” pungkasnya.