Bagikan:

JAKARTA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus wisata dan mobilitas masyarakat diperkirakan akan meningkat, terutama menuju kawasan wisata Puncak.

Namun, di tengah ramainya persiapan perjalanan, Polres Cianjur mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan jalur alternatif Puncak II karena kondisi jalur dinilai belum aman dilewati.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Hardian Andrianto mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihak kepolisian bersama Dishub Cianjur, BPBD, dan Satpol PP melakukan pengecekan langsung di lapangan.

"Kami menemukan masih banyak titik rawan longsor yang menutup landasan jalan serta jalur menyempit di sejumlah titik serta jalan berlubang sehingga menyulitkan pengendara untuk melintas," katanya di Cianjur, Minggu.

Hardian menjelaskan sejumlah tebing di sepanjang jalur masih berpotensi longsor, terutama saat hujan deras. Meski sudah ada penerangan jalan umum, jumlahnya masih sangat terbatas dan belum mampu mendukung visibilitas pengendara, terutama malam hari.

"Untuk penerangan jalan sudah ada setelah kami memberikan masukan pada survei awal tahun atau tepatnya saat Operasi Ketupat 2025, namun jumlah minim sekitar sampai 3 unit di setiap 2 kilometer," ujarnya.

Sebagai gantinya, Polres Cianjur merekomendasikan jalur Jonggol apabila terjadi kepadatan parah di Jalur Puncak utama. Namun, pengendara tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di saat hujan.

"Kami merekomendasikan jalur Jonggol sebagai alternatif saat terjadi antrean panjang di Jalur Puncak, namun pengendara diminta berhati-hati dan waspada terutama saat hujan turun deras," katanya.

Selain jalur Puncak II, Hardian juga mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati di sejumlah ruas rawan bencana seperti Puncak–Cipanas–Cugenang–Haurwangi hingga jalur selatan Cianjur yang kerap dilanda longsor, pohon tumbang, dan kerusakan jalan setiap musim hujan.