JATENG - Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polda Jawa Tengah telah menjatuhkan sanksi berat terhadap AKBP Basuki. Perwira menengah yang sebelumnya menjabat Kasubdit Dalmas Ditsamapta itu diberhentikan tidak dengan hormat dari dinas kepolisian setelah dinyatakan terbukti melakukan perbuatan tercela yang berdampak pada menurunnya citra positif Polri di masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kabid Propam, Kombes Saiful Anwar, pada Kamis, 4 Desember 2025,pagi.
Dalam keterangan yang diterima, Kabid Humas mengungkap bahwa sidang tersebut dilaksanakan pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 10.24 sampai dengan 16.20 WIB di ruang Sidang Bidpropam Polda Jawa Tengah.
"Setelah mendengarkan keterangan langsung dari 7 orang saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut, Tim Komisi Sidang mendapati AKBP B terbukti melanggar delapan pasal terkait Kode Etik Profesi Polri," ungkapnya.
Pelanggaran itu meliputi perbuatan yang menurunkan citra Polri, pelanggaran norma agama dan kesusilaan, serta perselingkuhan. Inti pelanggaran yang dilakukan adalah menjalin hubungan dekat dengan Dwinanda Linchia Levi, dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, hingga memasukkannya ke dalam Kartu Keluarga tanpa sepengetahuan istri sah.
BACA JUGA:
Puncaknya pelanggaran yang dilakukan terjadi pada Minggu malam, 16 Desember, dimana terduga pelanggar bersama wanita tersebut menginap di sebuah kostel di Kota Semarang. Keesokan harinya, Senin, 17 November 2025, wanita itu ditemukan meninggal dunia.
"Peristiwa ini memicu pemberitaan luas dan merusak citra positif institusi Polri," tuturnya.
Berdasarkan fakta dan pasal yang terbukti dilanggar, Komisi menjatuhkan dua jenis sanksi yaitu sanksi etika yang memutuskan bahwa perbuatan AKBP B merupakan tindakan tercela dan sanksi administratif berupa penempatan di tempat khusus (Patsus) selama 30 hari dan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
"Atas putusan ini, terduga pelanggar menyatakan akan mengajukan banding," lanjutnya.
"Keputusan sidang ini menunjukkan komitmen Propam Polda Jateng untuk menegakkan kode etik dan menjaga marwah institusi di mata masyarakat. Siapapun yang melakukan pelanggaran, Polda Jateng akan memberikan tindakan tegas tanpa pandang bulu," tandasnya