YOGYAKARTA – Secara sederhana wilayah fungsional adalah wilayah dengan kegiatan yang saling berhubungan secara fungsional. Biasanya wilayah fungsional ini berhubungan erat dalam hal ekonomi, transportasi, layanan publik, dan sebagainya. Artikel ini akan memberikan apa saja contoh wilayah fungsional di Indonesia.
Contoh Wilayah Fungsional​
Dalam modul Studi Kewilayahan dan Konsep Pengembangan Wilayah yang ditulis oleh Sony Harry B. Harmadi dijelaskan bahwa wilayah fungsional adalah area dengan suatu kohorensi fungsional tertentu. area ini saling ketergantungan antar bagiannya. Wilayah ini juga disebut dengan wilayah nodal atau wilayah terkutub (polarized region).
Hal serupa juga dijelaskan dalam e-Modul berjudul Konsep Wilayah dan Pewilayahan yang disusun oleh Citra Dewy, S.Pd, M.Pd. Dalam modul tersebut dijelaskan, wilayah fungsional adalah wilayah yang ditandai dengan adanya kegiatan saling terhubung antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional.
Dalam buku berjudul Analisis Keruangan dan Sistem Sosial, Ine Kusuma Aryani menjelaskan contoh wilayah fungsional adalah area lereng gung mencakup dari atas hingga kaki (bawah). Kemudian tersambung ke dataran rendah hingga tepi pantai. Di bagian lereng atas, masyarkat hudup dari sumber hutan.
Sedangkan penduduk yang tinggal di lereng bawahnya hidup dari perkebunan, kemudian turun lagi hidup dari area pertanian. Sedangkan penduduk di area dataran rendah atau perkotaan akan hidup dari layanan jasa. Lalu penduduk di pesisir akan hidup dengan mengandalkan hasil laut.
Seluruh penduduk dari lereng atas hingga pesisir saling membutuhkan dengan mengisi kekurangan masing-masing demi mencukupi kebutuhan mereka.
Dari contoh kasus tersebut, wilayah fungsional dapat dicirikan bahwa areanya tidak didasarkan pada keseragaman (homogen). Wilayah fungsional justru memiliki kegiatan yang berbeda-beda sehingga menciptakan sistem kehidupan yang saling terkait satu sama lain.
Contoh Wilayah Fungsional di Indonesia
Dalam bukunya, Ine Kusuma Aryani memberikan beberapa contoh wilayah fungsional di Indonesia beserta perannya yakni sebagai berikut.
- Daerah Konservasi
Daerah konservasi adalah wilayah yang diberi nama berdasarkan fungsinya. Nama tersebut menggambarkan tujuan utama keberadaan wilayah tersebut yaitu untuk menjaga dan melestarikan hal-hal yang berkaitan dengan alam. Contoh yang dilindungi adalah tanah, air, tumbuhan, hewan, dan keanekaragaman hayati.
Contoh daerah konservasi yang termasuk wilayah fungsional adalah hulu Sungai Cimanuk. Fungsi wilayah tersebut adalah untuk menjaga agar kondisi tanah dan air tetap baik.
- Daerah Resapan
Daerah resapan adalah wilayah yang berfungsi untuk menyerap air hujan. Contohnya, daerah resapan di Bandung Utara yang berfungsi untuk menyuplai air tanah di Kota Bandung. Begitu juga daerah resapan di Bogor, Puncak, dan Cianjur yang menyuplai air hujan untuk wilayah Jakarta.
- Zona Penyangga
Zona penyangga adalah wilayah yang diberi nama berdasarkan fungsinya untuk melindungi daerah lain. Wilayah ini berfungsi untuk mencegah kerusakan pada daerah yang dilestarikan.
BACA JUGA:
Contoh zona penyangga adalah hutan mangrove. Fungsinya adalah untuk melindungi pantai dari kerusakan akibat gelombang laut. Selain itu, Zona Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat juga berfungsi untuk melindungi hutan lindung dari kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Itulah beberapa contoh wilayah fungsional​. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.