JAKARTA - Pembangunan gerai dan pergudangan dan kelengkapannya Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pakansari resmi dimulai dengan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, pada hari ini.
Ferry menilai, lokasi pembangunan yang berada di pusat keramaian dan dekat dengan berbagai fasilitas publik dinilai sebagai salah satu titik terbaik untuk mengembangkan model koperasi kelurahan di Indonesia.
Menurut dia, lokasi strategis KKMP Pakansari mampu menjadikannya sebagai salah satu proyek percontohan nasional.
"Lokasinya luar biasa strategis, ini bisa menjadi salah satu lokasi terbaik yang pernah kami lihat. Dengan lokasi sebagus ini, KKMP Pakansari sangat berpotensi menjadi percontohan bagi Kopdes dan Kopkel Merah Putih di seluruh daerah," ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 November.
Dalam sesi khusus sebelum melakukan groundbreaking, Menkop Ferry melakukan zoom meeting dengan pengurus koperasi dari beberapa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang telah beroperasi di Kabupaten/Kota Bogor.
Para pengurus dari Kopdes/Kel Merah Putih tersebut menyampaikan progres operasionalisasi dan juga harapannya ke depan yang langsung ditanggapi oleh Ferry.
Menkop menegaskan, pembangunan aset fisik KKMP tersebut bukan sekadar membangun gerai dan gudang, melainkan membangun fondasi ekonomi baru berdasarkan amanat konstitusi yaitu melalui koperasi. Setelah pembangunan selesai, Ferry meminta agar operasionalisasi Koperasi Kelurahan tersebut dapat langsung dilakukan oleh pengurus.
"Dari batu-batu kami susun ini, insyaallah tahun depan akan terwujud 80.000 koperasi yang fisiknya siap dan SDM-nya siap. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat dan akan menjadi ekosistem ekonomi baru di Indonesia," katanya.
BACA JUGA:
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan kehadiran KKMP Pakansari diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga. Dengan lokasi strategis dan dukungan pemerintah pusat, KKMP diproyeksikan menjadi model ekosistem ekonomi rakyat modern dan mampu bersaing dengan ritel besar.
"Koperasi Kelurahan Merah Putih ini akan kami kelola secara modern. Kami ingin membuktikan koperasi tidak kalah kerennya dengan badan usaha lain," terang dia.
Melalui program itu, kata Ferry, pemerintah ingin mendorong masyarakat desa dan kelurahan tidak hanya menjadi konsumen atau objek pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama ekonomi melalui koperasi.
Dengan adanya gerai dan gudang sendiri, koperasi dapat mulai memproduksi barang hingga membuka jalur ritel mandiri.
Lebih lanjut, Ferry bilang, pembangunan KKMP di Pakansari sebagai fondasi awal menuju kebangkitan koperasi nasional. Dia optimistis, langkah tersebut akan mampu melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan sesuai dengan amanat konstitusi.
"Insyaallah Bung Hatta bisa tersenyum karena hari ini perjuangannya untuk memajukan koperasi dapat kami lanjutkan. KKMP Pakansari akan jadi contoh bagi daerah lain di seluruh Indonesia," terang Ferry.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan, percepatan pembangunan koperasi itu sangat strategis. Saat ini, tim Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih tingkat Kabupaten terus melakukan inventarisasi aset milik pemerintah daerah yang dapat digunakan untuk pembangunan aset fisik Kopdes/Kel Merah Putih.
Rudy menjelaskan, salah satu agenda pentingnya adalah peletakan batu pertama pembangunan koperasi di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong yang dilakukan pada hari ini. Ke depan, pembangunan gerai, gudang dan sarana pelengkap lainnya akan diakselerasi pembangunannya di beberapa titik lokasi lainnya se-Kabupaten Bogor.
"Target jangka panjang program ini yaitu, 435 koperasi Merah Putih akan dibangun di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, mencakup 416 desa dan 19 kelurahan," tuturnya.
Selain itu, Ketua KKMP Pakansari Arief Husin menuturkan, keberadaan KKMP Pakansari itu akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat baru. Para pengurus menyatakan siap mengoptimalkan sumber dayanya dalam menjalankan roda bisnis dari KKMP ketika proses pembangunan fisik telah selesai.
"KKMP ini merupakan koperasi pengembangan, sehingga layanan akan dilakukan juga meningkat dari semula yang hanya melayani satu RW, namun ke depan akan meningkat untuk melayani 13 RW," ungkapnya.
Arief menambahkan, kegiatan usaha lain juga akan dilakukan dengan pembukaan gerai sembako hingga layanan kesehatan melalui gerai klinik dan apotek. Dia bersama pengurus lainnya juga berniat untuk mendirikan unit bisnis kredit barang hingga pengembangan produk UMKM lokal melalui koperasi.
"Kami membuka peluang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk program MBG (Makan Bergizi Gratis) karena di sini banyak yang punya sumber peternak telur dan ayam ras, termasuk ikan frozen," imbuhnya.