JAKARTA - Pembangunan gerai dan pergudangan dan kelengkapannya Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pakansari resmi dimulai dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono di kawasan Stadion Pakansari, Sabtu, 29 November yang lalu.
Menkop Ferry Juliantono mengatakan, lokasi pembangunan yang berada di pusat keramaian dan dekat dengan berbagai fasilitas publik dinilai sebagai salah satu titik terbaik untuk mengembangkan model koperasi kelurahan di Indonesia.
"Keunggulan lokasi ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk menjadikan KKMP Pakansari sebagai salah satu proyek percontohan nasional," ujar Ferry dalam keterangan kepada media, Sein, 1 Desember.
Dengan aksesibilitas tinggi dan jangkauan langsung ke masyarakat padat penduduk, lanjut dia, koperasi ini diharapkan mampu tumbuh menjadi pusat layanan ekonomi rakyat yang modern dan inklusif.
“Lokasinya luar biasa strategis, ini bisa menjadi salah satu lokasi terbaik yang pernah kami lihat. Dengan lokasi sebagus ini, KKMP Pakansari sangat berpotensi menjadi percontohan bagi Kopdes dan Kopkel Merah Putih di seluruh daerah,” sambung Ferry.
Dalam sesi khusus sebelum melakukan groundbreaking, Ferry melakukan zoom meeting dengan pengurus koperasi dari beberapa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang telah beroperasi di Kabupaten/Kota Bogor. Para pengurus dari Kopdes Kel Merah Putih tersebut menyampaikan progres operasionalisasi dan juga harapannya ke depan yang langsung ditanggapi oleh Ferry Juliantono.
Ferry menegaskan bahwa pembangunan aset fisik KKMP ini bukan sekadar membangun gerai dan gudang, tetapi membangun fondasi ekonomi baru berdasarkan amanat konstitusi yaitu melalui koperasi. Setelah pembangunan selesai, ia meminta agar operasionalisasi Koperasi Kelurahan tersebut dapat langsung dilakukan oleh pengurus.
"Dari batu-batu yang kita susun ini insya Allah tahun depan akan terwujud 80.000 koperasi yang fisiknya siap dan SDMnya siap. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat dan akan menjadi ekosistem ekonomi baru di Indonesia," ucapnya.
Ferry juga menekankan bahwa pemerintah serius menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat, khususnya bagi masyarakat kecil di desa dan kelurahan yang selama ini kurang mendapatkan akses permodalan dan rentan terhadap praktik rentenir serta pinjaman online ilegal.
Ia juga mengatakan bahwa kehadiran KKMP Pakansari diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga. Dengan lokasi yang strategis dan dukungan pemerintah pusat, KKMP diproyeksikan menjadi model ekosistem ekonomi rakyat yang modern dan mampu bersaing dengan ritel besar.
“Koperasi Kelurahan Merah Putih ini akan kita kelola secara modern. Kita ingin membuktikan bahwa koperasi tidak kalah kerennya dengan badan usaha lain," tegasnya.
Pemerintah, lanjut Ferry, ingin mendorong masyarakat desa dan kelurahan tidak hanya menjadi konsumen atau objek pembangunan, tetapi menjadi pelaku utama ekonomi melalui koperasi. Dengan adanya gerai dan gudang sendiri, koperasi dapat mulai memproduksi barang hingga membuka jalur ritel mandiri.
Ferry menyebut pembangunan KKMP di Pakansari sebagai fondasi awal menuju kebangkitan koperasi nasional. Ia optimistis langkah ini akan mampu melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan ekonomi yang berkeadilan sesuai dengan amat konstitusi.
“InsyaAllah Bung Hatta bisa tersenyum karena hari ini perjuangannya untuk memajukan koperasi dapat kita lanjutkan. KKMP Pakansari akan jadi contoh bagi daerah lain di seluruh Indonesia,” tutupnya.
Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf Henggar Tri Wahono menyampaikan bahwa dukungan penuh dari keluarga besar TNI terhadap kesuksesan pembangunan gerai, gudang dan pelengkapnya dari Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh wilayah di Indonesia. Ia menyebut bahwa tugas dan amah yang diberikan kepada TNI merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab strategis bagi satuannya.
“Kami mendapatkan perintah untuk membantu mengawak pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan. Ini kehormatan sekaligus tantangan yang harus kami tuntaskan karena merupakan kepercayaan negara kepada kami,” ujarnya.
BACA JUGA:
Henggar menjelaskan bahwa di Kabupaten Bogor terdapat 419 desa dan kelurahan yang menjadi bagian dari target pembangunan koperasi. Pembangunan dimulai pada 1 November, dan ditargetkan beberapa koperasi sudah dapat launching pada akhir Januari tahun depan.
Ia menegaskan bahwa Kodim 0621 bersama Pemkab Bogor berkomitmen penuh mengawal pembangunan koperasi hingga berdiri. Lokasi Pakansari akan dijadikan prototipe, disusul Bojongkoneng sebagai titik kedua, sehingga dapat menjadi contoh bagi desa lain saat dilakukan peninjauan pejabat pusat maupun daerah.
"Kami berkomitmen bersama Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota Bogor untuk mewujudkannya (pembangunan Kopdes/ Kel Merah Putih)," katanya.