Bagikan:

JAKARTA - Presiden China Xi Jinping menjelaskan makna dari "langit bulat dan bumi persegi" kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkunjung ke Kuil Langit di Beijing.

"Pada 2017, kita pernah mengunjungi Kota Terlarang dengan menyusuri Poros Tengah Beijing. Kuil Surga yang dikunjungi hari ini seusia dengan Kota Terlarang, mengandung makna 'langit bulat dan bumi persegi”, serta menampilkan pandangan orang Tiongkok mengenai alam semesta dan falsafah hidup mereka," kata Presiden Xi seperti dikutip ANTARA dari laman Kementerian Luar Negeri China di Beijing, Kamis.

Keduanya berada di Kuil Langit setelah menyelesaikan diskusi selama 2 jam 15 menit yang menurut media pemerintah China berisi pembahasan soal Taiwan, hubungan ekonomi dan isu-isu geopolitik lainnya di Balai Besar Rakyat.

Lokasi Kuil Langit sendiri sekitar empat kilometer di selatan Balai Besar Rakyat, yang ada di barat Lapangan Tiananmen.

Bersama Tiananmen dan Kota Terlarang, Kuil Langit menjadi bagian dari Poros Tengah Beijing, kawasan utama wisata ibu kota China.

Xi dan Trump juga masuk ke bangunan utama di Kuil Langit yaitu Aula Qinian (Hall of Prayer for Good Harverst) berbentuk lingkaran bulat (simbol langit), halaman dan pagar luar berbentuk persegi empat (simbol bumi), semua struktur dibuat tanpa paku besi, murni teknik sambungan kayu tradisional China serta bangunan bertingkat tiga, melambangkan hubungan langit, manusia, dan bumi.

Gagasan yang terkandung di dalamnya susunan bangunan adalah keselarasan seluruh makhluk serta prinsip mengikuti kehendak langit dan menyesuaikan diri dengan waktu.

"Para penguasa China kuno menggelar upacara persembahan di Kuil Langit untuk memohon agar negara damai dan rakyat tenteram, serta agar cuaca baik dan panen melimpah," tambah Presiden Xi.

Hal itu mencerminkan pemikiran tradisional China bahwa rakyat adalah fondasi negara, dan apabila fondasi itu kokoh, negara akan tenteram.

Partai Komunis China, menurutketerangan, tertulis disebut mewarisi dan mengembangkan pemikiran peradaban China yang berorientasi pada rakyat, selalu berpegang teguh pada tujuan fundamental untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati, dan memperoleh dukungan teguh serta sokongan tulus dari rakyat.

Presiden Trump kemudian menyatakan bahwa kunjungannya ke Kota Terlarang pada 2017 masih sangat berkesan hingga hari ini.

"Kuil Langit telah berdiri tegak dan megah selama lebih dari 600 tahun, memperlihatkan seni arsitektur klasik China yang indah serta kebudayaan tradisionalnya yang luas dan mendalam, sehingga sangat mengagumkan," kata Trump.

AS dan China, ungkap Trump sama-sama merupakan negara besar, dan rakyat kedua negara juga merupakan rakyat yang besar serta penuh kebijaksanaan. Kedua negara seharusnya memperdalam saling pengertian dan meningkatkan persahabatan antarrakyat.

Sekretaris Sekretariat Komite Pusat Partai Komunis China (PKC) Cai Qi, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, dan Sekretaris PKC Kota Beijing Yin Li turut mendampingi kunjungan ke Kuil Langit itu.