Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump akan tiba di Beijing pada Rabu malam untuk pertemuan dua hari dengan Presiden China Xi Jinping.

Gedung Putih pada Minggu (10/5) menyatakan agenda utama pertemuan kedua pemimpin itu mencakup isu ekonomi dan keamanan dengan prinsip “resiprositas dan keadilan” guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Amerika.

Setelah berminggu-minggu persiapan, pemerintahan Trump untuk pertama kalinya merinci jadwal dan topik utama yang akan dibahas, mulai dari perdagangan dan kecerdasan buatan hingga Iran dan Taiwan.

Seorang pejabat senior AS menegaskan tidak ada perubahan kebijakan Washington terhadap Taiwan,pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya, sertatidak mengantisipasi adanya perubahan di masa depan.

Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi Xi akan berupaya menggeser posisi AS terkait Taiwan, termasuk mendesak Trump menghentikan penjualan senjata ke Taipei.

Pejabat tersebut menekankanpenjualan senjata ke Taiwan yang disetujui pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump lebih banyak dibandingkan seluruh periode pemerintahan pendahulunya, Joe Biden.

Kunjungan tersebut merupakan yang pertama oleh presiden AS ke China sejak lawatan Trump pada 2017, di tengah berlanjutnya perang Iran dan ketidakpastian situasi di Timur Tengah.

Trump disebut telah beberapa kali berbicara dengan Xi mengenai konflik tersebut dan akan melanjutkan pembahasan mengenai upaya AS mengakhiri permusuhan.

Gedung Putih mengatakan AS dan China menargetkan kesepakatan komersial tambahan di sektor kedirgantaraan, pertanian, dan energi.

KTT akan dibuka Kamis pagi dengan upacara penyambutan, diikuti tur bersama ke Kuil Langit dan jamuan kenegaraan.

Pada Jumat, Trump dijadwalkan minum teh dan makan siang kerja dengan Xi sebelum meninggalkan Beijing.

Seorang pejabat AS lain mengisyaratkan China kemungkinan akan meningkatkan pembelian produk pertanian dan barang Amerika lainnya.Trump akan didampingi eksekutif perusahaan besar AS.

Pemerintahan Trump juga ingin mempercepat pembahasan pembentukan “Dewan Perdagangan” dan “Dewan Investasi” antara dua ekonomi terbesar dunia itu, serta membuka kanal komunikasi baru terkait keamanan kecerdasan buatan.

Sebagai bagian dari persiapan terakhir, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan akan bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Seoul pada Rabu. Keduanya telah memimpin negosiasi bilateral sejak tahun lalu.