Bagikan:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump dipastikan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan pukul 11 ​​siang waktu setempat pada Kamis.

Informasi ini disampaikan Gedung Putih sebagaimana diberitakan Reuters, Rabu, 29 Oktober. Belum ada rincian mengenai topik bahasan kedua pemimpin negara tersebut.

Trump sebelum lawatannya ke Asia, menyampaikan pembahasan dengan Xi akan mencakup isu perdagangan dan tarif antara kedua negara, serta persoalan terkait Taiwan.

“Kami memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan Presiden Xi, dan ia juga memiliki banyak hal untuk dibicarakan dengan kami. Saya pikir ini akan menjadi pertemuan yang baik,” kata Trump pekan lalu.

Dia menerangkan tarif sebesar 157 persen yang saat ini dikenakan terhadap China tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Saya rasa itu tidak berkelanjutan bagi mereka, dan mereka ingin menurunkannya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat juga menginginkan sejumlah konsesi dari pihak China.

Sementara, Presiden China Xi Jinping ipastikan akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Korea Selatan. Selain hadir dalam KTT APEC, Presiden Xi juga akan melakukan kunjungan bilateral.

"APEC merupakan mekanisme kerja sama ekonomi terpenting di Asia-Pasifik. Kehadiran Presiden Xi Jinping dalam pertemuan pemimpin ekonomi ke-32 APEC menunjukkan betapa pentingnya Tiongkok bagi kerja sama ekonomi di Asia-Pasifik," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (24/10).

Presiden Xi Jinping rencananya akan menyampaikan pidato penting pada pertemuan tersebut dan mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin dari negara-negara terkait.

"China siap bekerja sama dengan semua pihak untuk berkontribusi pada kerja sama dan pertumbuhan ekonomi di Asia-Pasifik, serta bersama-sama membangun komunitas Asia-Pasifik dengan masa depan bersama," sambung Guo Jiakun.

Terkait pertemuan Xi Jinping dengan  Trump, Guo Jiakun kala itu belum menyampaikan secara resmi. Dia hanya menegaskan komunikasi China-AS terus berlangsung.

"China dan AS sedang berkomunikasi secara erat mengenai pertemuan antara kedua presiden. Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai hal tersebut," tambah Guo Jiakun.