JAKARTA - Presiden AS Donald Trump akan mengunjungi Korea Selatan pada 29 Oktober dan diperkirakan akan bermalam hingga 30 Oktober.
Korea Selatan menjadi tuan rumah pertemuan puncak forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), yang juga diikuti AS, mulai 31 Oktober.
Kehadiran Trump di Korsel juga bakal dimanfaatkan untuk merealisasikan keinginan bertemu Presiden China Xi Jinping. Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya memastikan Trump siap bertemu dengan Xi Jinping akhir bulan ini. Bessent menegaskan Washington tidak ingin meningkatkan konflik perdagangan dengan China.
Dalam program CNBC, Bessent mengatakan para pejabat dari kedua negara berkomunikasi setiap hari untuk mengatur pertemuan tersebut, dan Washington tidak ingin memisahkan diri dari ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Ia mengatakan konflik perdagangan antara kedua negara tidak memanas lebih lanjut berkat kepercayaan antara Trump dan Xi.
BACA JUGA:
Kedua negara tampaknya siap untuk kembali terlibat dalam perang dagang habis-habisan akhir pekan lalu, setelah Tiongkok pada pekan lalu mengumumkan perluasan besar-besaran kendali ekspor tanah jarangnya.
Trump merespons pada Jumat pekan lalu dengan mengancam akan menaikkan tarif barang-barang China ke tingkat tiga digit, yang membuat pasar keuangan dan hubungan AS-Tiongkok terpuruk.
Dilansir Reuters, Rabu, 15 Oktober, Bessent dan pejabat lainnya telah berupaya memulihkan hubungan dalam serangkaian wawancara minggu ini.
Pada Rabu, Bessent mengatakan Tiongkok jelas berniat untuk mengambil tindakan "sejak awal," menolak klaim Beijing, tindakan tersebut merupakan respons terhadap tindakan AS.