Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan kejadian tawuran di ibu kota mengalami penurunan yang signifikan.

“Kalau dilihat, sebenarnya tawuran sudah mengalami penurunan yang signifikan karena memang kami melakukan pendekatan pada kelompok-kelompok itu tanpa kemudian harus terekspos,” kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 21 November.

Kendati demikian, dia belum dapat menjelaskan secara rinci persentase penurunan kasus tawuran tersebut.

Dia mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan kepolisian juga telah melakukan pendekatan yang bersifat humanis di berbagai wilayah Jakarta untuk menekan angka tawuran dan meningkatkan kesadaran, khususnya di lingkup remaja.

Tak hanya itu, dia juga berkeinginan menyalurkan energi para remaja ke arah yang positif, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan melalui pameran bursa kerja atau job fair.

“Maka kenapa kemudian kami membuka job fair di beberapa tempat, dan rata-rata kami juga memberikan kesempatan kepada kelompok ini untuk bisa ikut bekerja di Jakarta,” jelas Pramono.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong generasi muda untuk beralih dari perilaku tawuran menuju kegiatan positif dan berprestasi, di antaranya melalui olahraga.

Salah satunya Rivai Anwar alias Phalle, yakni pemuda asal Jakarta Timur yang sukses menjuarai ajang Boxing Gladiator di GOR Laga Satria Pakansari, Kabupaten Bogor pada Oktober 2025.

Phalle yang dulu dikenal sebagai sosok yang kerap terlibat dalam aksi tawuran, kini justru menjadi inspirasi setelah meraih gelar juara tinju kelas 70 kilogram dengan mengalahkan lawannya dari Bogor.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menilai keberhasilan Phalle itu bukan sekadar prestasi olahraga, tetapi juga simbol perubahan positif anak muda di Jakarta Timur.

Menurut Munjirin, kisah Phalle menjadi contoh nyata energi dan semangat muda dapat diarahkan ke hal-hal yang lebih produktif.