Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap jajarannya saat ini tengah melakukan upaya pencegahan tawuran di Jakarta dengan pendekatan menemui langsung kepada kelompok warga yang terlibat.

"Untuk hal yang berkaitan tawuran, seperti yang kami lakukan di berbagai tempat, sekarang pendekatannya lebih pendekatan yang bersifat human approach," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 21 November.

Pramono mengklaim, pendekatan yang dilakukan oleh Pemprov DKI seperti ini lebih efektif untuk menekan angka tawuran di Ibu Kota. Kemudian, warga terlibat tawuran yang didekati oleh Pemprov DKI juga tak mau diungkap ke publik.

"Jadi, kalau dilihat sebenarnya tawuran sudah mengalami penurunan yang signifikan karena memang kami melakukan pendekatan pada kelompok-kelompok itu tanpa kemudian harus terekspos, karena mereka memang meminta untuk itu," ujar Pramono.

Dalam pendekatan itu, Pemprov DKI mencoba mencari tahu penyebab warga, yang mayoritas merupakan generasi muda, kerap melakukan tawuran. Lalu, pemerintah juga akan mencari solusi pencegahan tawuran berdasarkan pemetaan tersebut.

"Termasuk kemudian menyalurkan energinya untuk bekerja. Maka kenapa kemudian kami membuka job fair di beberapa tempat dan rata-rata kami juga memberikan kesempatan kepada kelompok ini untuk bisa ikut bekerja di Jakarta," tuturnya.

Berkaitan dengan itu, Pramono mendeklarasikan pembentukan Satgas Jaga Jakarta, tim lintas unsur yang melibatkan jajaran Pemprov DKI, petugas lapangan, serta unsur Forkopimda DKI Jakarta, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan Tinggi DKI, dan BIN DKI Jakarta.

Pembentukan satgas dilakukan di tengah meningkatnya isu keamanan perkotaan, mulai dari tawuran hingga potensi radikalisme. Satgas Jaga Jakarta, menurut Pramono, akan bertugas berdasarkan koordinasi dan pemantauan lapangan.

Tim ini akan menaruh perhatian pada isu kerawanan yang berpotensi memicu gangguan ketertiban. Selain itu, Satgas Jaga Jakarta juga akan ditugaskan menangani mitigasi bencana berulang seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem.

"Satgas ini akan bekerja dengan mengedepankan informasi, koordinasi, dan tindakan nyata yang terukur. Satgas perlu memberikan perhatian pada berbagai isu kerawanan, seperti tawuran, kriminalitas, konflik sosial, disinformasi, potensi radikalisme, hingga ancaman bencana seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem," pungkasnya.