JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemprov DKI mengedepankan aspek pencegahan dalam memberantas tawuran para pemuda dan masyarakat di Jakarta.
Karenanya, Pramono tak mengikuti langkah Gubernur Jawa Barat Dedi mulyadi yang mengirim remaja dan pelajar bermasalah ke barak militer.
Untuk menangani kasus-kasus tawuran, seperti di Manggarai, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Pramono telah menginstruksikan jajaran Satpol PP untuk terjun ke lapangan dengan menggandeng kepolisian.
"Untuk pencegahan saya sudah meminta Satpol PP untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mencegah melakukan tawuran yang ada," kata Pramono kepada wartawan, Kamis, 8 April.
Selain itu, Pramono juga menginstruksikan Satpol PP untuk lebih gencar melakukan pengawasan dan penertiban peredaran minuman keras di Jakarta. Sebab, menurutnya, pengaruh konsumsi alkohol jadi salah satu pemicu warga melakukan tawuran. Begitu juga dengan konten-konten kekerasan di media sosial.
"Bahwa yang biasanya yang melakukan tawuran itu kondisinya tidak sepenuhnya dalam keadaan sadar dan untuk itu operasi harus juga dilakukan untuk mencegah, jangan sampai tawuran terjadi," tutur Pramono.
"Saya terus terang melihat di YouTube konten tawuran itu, saya ngeri karena banyak yang membawa senjata tajam. Untuk itu, saya akan segera yang seperti ini akan kita tangani dengan cara tegas," lanjutnya.
BACA JUGA:
Silang pendapat terkait rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim anak nakal ke barak militer masih bergulir hingga kini. Dedi Mulyadi menyebut rencana tersebut adalah pendidikan karakter yang mulai dijalankan di beberapa wilayah di Jawa Barat yang dianggap rawan, bekerja sama dengan Tentara Negara Indonesia (TNI) dan Polri.
Peserta program, dipilih berdasarkan kesepakatan antara sekolah dan orang tua, dengan prioritas pada siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal, untuk diikutkan program pembinaan.
Disebutkan Dedi Mulyadi, tiap siswa akan mengikuti program itu di sekitar 30 hingga 40 barak khusus yang telah disiapkan oleh TNI. Program ini akan dijalankan dengan prioritas pada siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas maupun tindakan kriminal.