Bagikan:

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama waega bergotong-royong menangani longsor yang memutus akses utama antara Desa Wagir Kidul dan Desa Banaran, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis 20 November.

Tebing setinggi sekitar 10 meter ambrol setelah hujan deras selama empat jam, menimbun dua rumah dan sejumlah kendaraan, serta menghalangi jalan poros desa.

Kepala Dusun Bangunsari Nur Wijayanto menyebut jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga ratusan warga dari enam RT di Wagir Kidul dan dua RT di Banaran terancam terisolasi.

Warga harus memutar sejauh 6–7 kilometer melalui jalur alternatif.

"Pembersihan sementara dilakukan manual sambil menunggu alat berat. Informasinya hari ini alat berat diturunkan untuk membuka akses," kata Nur, disitat Antara.

Salah satu rumah yang tertimbun material longsor adalah milik Jemirin.

Saat kejadian, ia sedang memerah susu sapi di belakang rumah sebelum mendengar suara gemuruh dari arah tebing.

"Begitu saya ke depan, rumah sudah tertutup tanah. Tiga mobil dan satu motor saya ikut tertimbun dan rusak total," ujar Jemirin.

Seluruh bagian rumah, mulai teras, garasi hingga ruang tamu, rusak dihantam material tanah liat dan batu.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup besar.

BPBD Ponorogo bersama relawan dan warga masih melakukan pembersihan manual di lokasi karena material yang tebal memperlambat proses penanganan.

Aparat desa juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan, karena potensi longsor susulan masih ada.