JAKARTA - Korea Selatan pada Hari Senin melaporkan kasus terbaru flu burung (AI) yang sangat patogenik di sebuah peternakan ayam petelur di Provinsi Gyeonggi selatan, menandai kasus kelima sejak musim dingin dimulai.
Flu burung H5N1 terdeteksi di peternakan di Hwaseong, Provinsi Gyeonggi selatan, yang telah melaporkan dua kasus flu burung lagi dalam lima tahun terakhir, menurut Markas Besar Manajemen Bencana Pusat (CDMH).
Ini menandai kasus kelima AI yang sangat patogenik di Negeri Ginseng sejak September, ketika suhu mulai turun, dan kasus kedua di sebuah peternakan ayam petelur.
CDMH mengatakan akan melakukan inspeksi karantina khusus di sekitar 230 peternakan ayam petelur tempat kasus flu burung sebelumnya merebak, sambil memperkuat pemantauan terhadap kendaraan yang mengunjungi peternakan yang terdampak untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.
"Wabah flu burung baru-baru ini di peternakan unggas telah berulang kali dikonfirmasi di wilayah Gyeonggi selatan, tetapi dengan mulai berdatangannya burung-burung migran musim dingin ke negara ini dan terdeteksinya kasus-kasus AI yang sangat patogenik pada unggas liar di enam wilayah berbeda, terdapat risiko tinggi wabah tambahan di mana pun di negara ini," ujar Lee Dong-sik, pejabat Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab atas kebijakan karantina, dalam siaran pers, melansir The Korea Times 17 November.
BACA JUGA:
Lee mengimbau seluruh pekerja peternakan unggas dan personel terkait di seluruh negeri untuk tetap waspada dan "secara ketat" mengikuti langkah-langkah karantina, seperti pengendalian masuknya orang dan kendaraan di peternakan dan penerapan disinfektan.