Buka-Bukaan Data Informasi Lewat Sistem Bersatu Lawan COVID
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monard (dok. BNPB)

Bagikan:

JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan pemerintah kini sudah punya sistem untuk mencatat dan mengintegrasikan data dari tingkat daerah hingga nasional.

Sistem bernama Bersatu Lawan COVID ini bisa diakses oleh masyarakat dari website covid19.go.id ini akan menampilkan informasi terkait peta daerah sebaran kasus positif terjangkit COVID-19 di berbagai provinsi.

"Sistem ini mampu memantau data sebaran kasus positif, pasien positif yang sembuh dan meninggal, Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP)," kata Doni dalam konferensi pers yang ditayangkan di Akun YouTube BNPB, Rabu, 29 April.

Lebih lanjut, dalam sistem ini, terdapat grafik kasus secara kumulatif dan nasional yang berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, gejala awal, hingga penyakit komorbid atau bawaan pasien.

Selain itu, sistem yang berasal dari data yang diinput oleh rumah sakit, puskesmas, laboratorium, dan dinas kesehatan di tingkat daerah ini diharapkan bisa digunakan oleh pemerintah di daerah untuk menganalisis kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dan menetapkan langkah strategis lainnya dalam menangani COVID-19.

"Gambaran kasus detil serta dapat dipergunakan untuk menganalisis kebutuhan logistik RS dan laboratorium dalam penanganan kasus COVID-19 dan untuk landasan membuat kebijakan," ungkap Doni.

 

Dalam kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate juga turut menerangkan jika situs covid19.go.id punya beberapa fitur seperti dashboard pengelolaan data, pelaporan mandiri, chatboard, penanganan hoaks, informasi telemedicine, dan daftar rumah sakit rujukan.

Menkominfo Johnny G Plate (dok. BNPB)

Selain bisa diakses lewat situs, aplikasi Bersatu Lawan COVID juga bisa diunduh langsung melalui Appstore maupun Playstore. Sama seperti di dalam situsnya, aplikasi ini nantinya bisa digunakan untuk memantau wilayah penyebaran, lokasi rawan, diagnosa mandiri, dan pemantauan isolasi.

Diharapkan dengan adanya aplikasi ini juga bisa memudahkan para tenaga medis untuk menekan penyebaran COVID-19 dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Aplikasi ini terjamin keamanannya dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghindari tempat-tempat rawan penyebaran COVID-19," ungkap Johnny.