JAKARTA – Publik hari ini mengenang sosok almarhumah Rugaiya “Uga” Usman, istri dari Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal (Purn) Wiranto, yang dikenal sebagai pendamping penuh ketegaran di balik perjalanan karier suaminya.
Rugaiya Usman menghembuskan napas terakhir pada Minggu, 16 November, pukul 15.55 WIB di Bandung. Kabar duka ini segera tersebar dan mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, baik dari lingkungan politik maupun militer.
Jenazah kemudian dibawa ke Jakarta untuk disemayamkan di rumah duka di Jl. Palem Kartika Nomor 21, Kompleks PATI-AD Bambu Apus, Jakarta Timur. Jenazah dijadwalkan tiba sekitar pukul 22.00 WIB.
Kehidupan Rugaiya mencerminkan kesetiaan, ketabahan, dan dedikasi pada keluarga serta masyarakat. Uga dan Wiranto menikah pada 22 Februari setelah pertemuan mereka di Gorontalo, tempat Wiranto pernah bertugas sebagai komandan peleton.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga anak: dua putri, Lia dan Maya, serta seorang putra, Zainal Nur Rizky, yang kemudian wafat saat menempuh pendidikan agama di Afrika Selatan.
Sebagai pribadi yang rendah hati dan religius, Uga menjadi penopang moral dalam keluarga. Ia dikenal lembut namun tegas, memberikan dukungan spiritual dan emosional bagi suami dan anak-anaknya. Kehadirannya menjadi fondasi ketenangan dan kekuatan bagi perjalanan karier militer hingga politik Wiranto.
Meski jarang disorot media, Uga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Jakarta, menunjukkan komitmennya pada kerja kemanusiaan.
Ujian berat menimpa keluarga ketika Zainal wafat. Meski terpukul, Uga menunjukkan ketabahan luar biasa dan tetap mendampingi suami serta menjaga keharmonisan keluarga.
BACA JUGA:
Warisan Uga terasa kuat bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga melalui keteladanan nilai spiritual, kesederhanaan, dan dedikasi sosial. Meski langkahnya tidak selalu berada di panggung publik, kehadirannya meninggalkan inspirasi tentang kesetiaan dan ketegaran dalam menghadapi cobaan hidup.