Gempa Blitar Sebabkan Ratusan Bangunan Rusak dan 2 Orang Luka-luka
Salah satu ruangan di Puskesmas Wates, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang rusak akibat gempa (Foto: ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kerusakan di beberapa wilayah di wilayah Jawa Timur akibat guncangan gempa yang berpusat di sekitaran Kabupaten Blitar. Sekitar 148 rumah dan fasilitas umum rusak ringan hingga berat. Bahkan, 2 orang mengalami luka-luka.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati merinci berdasarkan data hingga Sabtu 22 Mei, pukul 00.30 WIB, setidaknya 36 bangunan rusak di Kabupaten Blitar.

"BPBD Kabupaten Blitar mencatat rumah rusak berat 1 unit dan rusak ringan 28 unit. Sedangkan kerusakan pada bangunan umum di kabupaten ini, BPBD mencatat fasilitas pendidikan 2 unit, kesehatan 1, tempat ibadah 1 dan fasilitas umum lain 3," ucap Raditya dalam keterangannya, Sabtu, 22 Mei.

Kemudian, tercatat tiga rumah mengalami rusak sedang di Kota Blitar. Untuk kerusakan di Kabupaten dan Kota Malang tecatat 83 bangunan rusak. Bangunan yang paling banyak terdampak yaitu rumah tinggal.

"Kerusakan juga terjadi di Kabupaten Malang, rumah rusak berat sebanyak 1 unit, rusak sedang 2, rumah rusak ringan 27. Sedangkan pada kerusakan bangunan lain, fasilitas kesehatan sebanyak 3 unit dan tempat ibadah 2," kata dia.

"Kota Malang, kerusakan rumah rusak ringan sebanyak 1 unit. Di samping itu, BPBD Kota Malang mengidentifikasi rumah terdampak 32 unit dan fasilitas umum 15 unit. BPBD setempat masih menganalisis tingkat rumah terdampak," sambung Raditya.

Untuk kerusakan di Kabupaten Lumajang, tercatat sebanyak 15 rumah mengalami rusak sedang. Sementara, di Kabupaten dan Kota Pasuruan tercatat 10 bangunan rusak akibat gempa.

"Kerusakan di Kota Pasuruan mencakup rumah rusak sedang 4 unit, rumah rusak ringan 1 dan tempat ibadah 1, sedangkan di Kabupaten Pasuruan rumah rusak sedang 1 dan tempat ibadah 1," ungkap dia.

Di wilayah Kabupaten Jember, beberapa bangunan juga tercatat mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya satu balai desa mengalami rusak ringan. Bahkan, akibat gempa berkekuatan Magnitudo 5,9 itu mengakibatkan dua orang luka-luka.

"BNPB menerima laporan gempa tersebut mengakibatkan warga luka berat 1 orang dan luka ringan 1," tandas dia.