Bagikan:

JAKARTA - Presiden Israel Isaac Herzog mengecam serangan yang dilakukan para pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Dia menyerukan diakhirinya gelombang kekerasan pemukim yang semakin meningkat di wilayah pendudukan tersebut.

Isaac Herzog menyebut serangan tersebut sebagai "mengejutkan dan serius”. Posisi Herzog, meskipun sebagian besar bersifat seremonial, dimaksudkan untuk menjadi kompas moral dan kekuatan pemersatu bagi negara.

Herzog mengatakan kekerasan yang dilakukan oleh "segelintir" pelaku "melewati batas merah,”. 

“Semua otoritas negara harus bertindak tegas untuk memberantas fenomena ini,” dilansir Associated Press, Kamis, 13 November.

Pernyataannya muncul setelah puluhan pemukim Israel bertopeng menyerang desa-desa Palestina Beit Lid dan Deir Sharaf di Tepi Barat pada hari Selasa, membakar kendaraan dan properti lainnya sebelum bentrok dengan tentara Israel.

Sementara itu dilaporkan Israel membuka kembali penyeberangan ke Jalur Gaza utara yang telah ditutup selama dua bulan.

Langkah ini disambut baik oleh para pejabat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengatakan Israel terlalu lambat dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut sejak gencatan senjata dimulai bulan lalu.

Bantuan telah dikirim ke Gaza sejak 10 Oktober melalui dua penyeberangan di Gaza selatan dan tengah.