JAKARTA - Presiden Ekuador Daniel Noboa mengatakan pada Hari Senin, pihak otoritas telah memindahkan 300 narapidana berisiko tinggi ke penjara baru dengan keamanan maksimum di pesisir negara, sehari setelah 31 narapidana tewas dalam bentrokan.
Pemindahan ke Penjara Encuentro di Provinsi Santa Elena merupakan bagian dari rencana Presiden Noboa untuk melemahkan geng kriminal yang beroperasi di dalam penjara-penjara Ekuador yang penuh sesak, tempat ratusan narapidana tewas dalam bentrokan dalam beberapa tahun terakhir.
"300 narapidana paling berbahaya pertama telah dipindahkan ke Penjara Encuentro," kata Noboa di X, membagikan foto-foto narapidana yang duduk di lantai, mengenakan seragam oranye dengan kepala gundul, dikelilingi oleh tantara, melansir Reuters 11 November.
"Kejahatan ingin menantang Ekuador dan memulai kampanyenya. Hari ini, Ekuador merespons dengan Tindakan," tegasnya.
Fasilitas baru ini memiliki kapasitas untuk lebih dari 700 orang. Di sisi lain, sistem penjara Ekuador saat ini mengalami kelebihan kapasitas hingga 30 persen, menurut badan pemasyarakatan nasional SNAI.
Sebelumnya, sedikitnya 31 narapidana tewas dalam bentrokan antara Geng Los Lobos dan Sao Box di Penjara Machala, Ekuador barat daya pada Hari Minggu.
Geng Sao Box merupakan kelompok sempalan dari Geng Los Lobos yang bersaing untuk menguasai penjara. Dari para korban, 27 orang dicekik oleh lawan mereka, menurut data pemerintah.
Menteri Dalam Negeri John Reimberg mengatakan pada Hari Senin, bentrokan antar geng tersebut terjadi setelah para narapidana mengetahui mereka akan dipindahkan.
Peristiwa ini juga terjadi hanya beberapa hari sebelum referendum nasional di mana Noboa sedang mengupayakan persetujuan pemilih untuk pangkalan militer asing di wilayah Ekuador dan untuk mengadakan majelis guna menulis ulang konstitusi.
BACA JUGA:
"Pesta sudah berakhir bagi mereka, perintah dari penjara untuk menciptakan kekerasan dan kekacauan sudah berakhir," kata Reimberg kepada sebuah stasiun radio.
"Hari ini mereka berada di sel yang dirancang untuk mencegah mereka melakukan kontak atau komunikasi dengan siapa pun," tandasnya.
Diketahui, selama operasi rutin di 36 penjara Ekuador, pihak berwenang telah menyita senjata api, amunisi, telepon seluler, ayam aduan hingga babi.