Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadiahkan satu set cendera mata olahraga bisbol untuk Presiden Lee Jae-myung, usai pertemuan keduanya akhir bulan lalu di sela-sela gelaran KTT APEC.

Setelah menerima replika mahkota emas Silla, Presiden Trump menghadiahkan tongkat bisbol dan bola kepada Presiden Lee, yang dipilih untuk menghormati sejarah bersama dari olahraga yang pertama kali diperkenalkan ke Korea oleh para misionaris Amerika.

Menurut pejabat Pemerintah Korsel, set hadiah tersebut mencakup satu tongkat bisbol yang ditandatangani oleh Dylan Crews, pemain luar untuk Washington Nationals, dan satu bola bisbol yang dicetak dengan stempel Kepresidenan Trump, melansir The Korea Times 5 November.

"Presiden Trump menghadiahkan satu set perlengkapan bisbol kepada Presiden Lee," kata juru bicara kantor kepresidenan Kim Nam-jun, dikutip dari The Chosun Daily.

hadiah presiden trump
Bisbol set yang diberikan Presiden Trump kepada Presiden Lee. (Sumber: Presidential Office via The Korea Times)

Para pejabat AS mengatakan hadiah itu dimaksudkan untuk merayakan "ikatan budaya yang mendalam dan nilai-nilai bersama antara Amerika Serikat dan Korea Selatan," seraya menekankan peran bisbol sebagai simbol persahabatan lama kedua negara.

Presiden Trump tampak senang dengan hadiah yang diterimanya dari Seoul. Setelah pertemuan puncak di Gyeongju, Ia dilaporkan menginstruksikan para ajudannya untuk memuat replika mahkota emas dan medali Grand Order of Mugunghwa ke dalam pesawat Air Force One, sebelum berangkat ke Washington menyusul pertemuan AS-Tiongkok di hari yang sama.

Sebuah sumber Pemerintah Korea Selatan mengatakan, Presiden Trump tampaknya ingin membawa pulang barang-barang tersebut daripada mengirimkannya nanti melalui jalur diplomatik.

"Menurut para pejabat AS, Presiden Trump telah memilih tempat di Ruang Oval untuk memajang mahkota dan medali tersebut," kata pejabat tersebut.

Sedangkan juru bicara Kim mengatakan, "Ada juga laporan bahwa Presiden Trump telah memutuskan di mana akan meletakkan hadiah tersebut di Ruang Oval, kantor eksekutif Gedung Putih."