Bagikan:

JAKARTA - Kapal induk Fujian dengan nomor lambung 18 resmi dioperasionalkan Angkatan Laut China (PLAN) pada Hari Rabu, dengan kemampuan membawa jet tempur hingga pesawat peringatan dini yang dilengkapi dengan ketapel elektromagnetik.

Peresmian yang ditandai dengan pengibaran bendara kapal tersebut dihadiri oleh Presiden Xi Jinping dalam upacara di Pangkalan Angkatan Laut di Sanya, Provinsi Hainan.

Pada upacara tersebut, Presiden Xi menyerahkan bendera Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok kepada kapten dan komisaris politik Kapal Induk Fujian.

Berbicara kepada pilot pesawat yang berbasis di Kapal Induk Fujian, Presiden Xi mendorong mereka untuk terus meningkatkan keterampilan dan keahlian, serta berkontribusi dalam pengembangan kemampuan tempur kapal tersebut, dilansir dari Xinhua 7 November, dilansir dari Xinhua 7 November.

Kapal Induk Fujian diketahui mampu membawa jet tempur J-35 dan J-15T, hingga pesawat peringatan dini KongJing-600.

kapal induk fujian
Peluncuran Kapal Induk Fujian (18) milik China. (Xinhua/Li Gang)

Fujian menjadi kapal induk ketiga sekaligus menjadi yang tercanggih yang dimiliki Negeri Tirai Bambu, dikutip dari BBC.

Memiliki kemampuan meluncurkan tiga jenis pesawat berbeda dengan ketapel elektromagnetik dan dek datanya, Fujian mampu membawa pesawat dengan persenjataan dan muatan bahan bakar yang lebih berat, sehingga dapat menyerang target musuh dari jarak yang lebih jauh, mengungguli dua kapal induk China sebelumnya, Lianoning (16) dan Shandong (17).

Sebagai perbandingan, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara lain di dunia yang memiliki kapal induk dengan sistem ketapel elektromagnetik.

Dikutip dari Naval News, modul pertama untuk kapal baru ini muncul di pabrik pembuat Jiangnan pada awal 2018, sebelum kemudian diluncurkan di galangan kapal pada 17 Juni 2022.

Uji coba laut pertama berlangsung pada 1 Mei 2024. Sejak itu, kapal terbesar di Angkatan Laut Tiongkok ini telah menjalani delapan uji coba laut lagi, yang berpuncak pada kedatangannya di Sanya pada September tahun ini.

Kapal baru ini juga merupakan supercarrier pertama Tiongkok, sebutan informal untuk kapal induk dengan bobot di atas 80.000 ton.