Bagikan:

JAKARTA - Pengemudi yang menabrakkan mobilnya ke kerumunan di Prancis barat diduga melakukan "radikalisasi diri" dan memiliki "referensi agama yang eksplisit" di rumahnya.

"Berdasarkan sejumlah faktor yang ada pada individu ini, dan fakta bahwa ia benar-benar meneriakkan 'Allahu Akbar', terdapat referensi agama dalam kasusnya yang cukup jelas dan eksplisit," kata Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez dilansir Reuters, Kamis, 6 November.

"Allahu Akbar" dalam bahasa Arab berarti "Tuhan Maha Besar".

Namun, Nunez mengatakan belum jelas pada tahap ini apakah serangan pada Rabu, yang melukai lima orang di Pulau Oleron di lepas pantai Atlantik Prancis, bermotif agama.

"Kejaksaan antiterorisme nasionallah yang akan menentukan melalui evaluasi psikiatris - yang dilakukan kemarin setelah dua penggeledahan - dan peninjauan rekaman telepon, apakah unsur-unsur ini merupakan pemicu aksi kekerasan yang telah kita saksikan," kata Nunez.

Dihubungi Reuters, Kejaksaan antiterorisme nasional mengatakan pihaknya tetap berperan sebagai pengamat pada tahap ini. Saat ini, penyelidikan sedang ditangani oleh Kejaksaan setempat di La Rochelle.

Tersangka berusia 35 tahun tersebut adalah warga Prancis yang tinggal di Oleron. Pelaku sebelumnya dikenal polisi karena kejahatan ringan termasuk mengemudi dalam keadaan mabuk dan pelanggaran terkait narkoba, kata para pejabat.

Dua dari mereka yang terluka dalam serangan itu masih dalam kondisi kritis.