JAKARTA - Seorang pria ditangkap setelah menabrakkan mobilnya ke gerbang konsulat Rusia di Sydney. Unit perlindungan diplomatik kepolisian merespons permintaan bantuan dari konsulat Rusia setelah kendaraan tanpa izin berada di halaman depan, kata juru bicara Kepolisian Federal Australia.
Dilansir Reuters, Senin, 1 September, Kepolisian New South Wales mengatakan petugasnya merespons tak lama setelah pukul 8 pagi waktu setempat dan berusaha berbicara dengan pengemudi sebelum ia menabrakkan kendaraannya ke gerbang konsulat di pinggiran kota Sydney, Woollahra.
Seorang saksi mata yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan ia melihat mobil tersebut menerobos gerbang setelah pengemudi diperintahkan untuk keluar dari kendaraan.
"Polisi terus memintanya untuk keluar dari mobil. Ia tidak keluar. Mereka mengeluarkan senjata api," ujarnya menolak menyebutkan namanya.
"Kejadiannya cukup dramatis pada Senin pagi,” sebut dia.
Tayangan televisi dari jaringan televisi Australia, Sky News dan Nine, menunjukkan SUV putih dengan jendela pecah yang ditinggalkan di samping tiang bendera Rusia di halaman konsulat.
"Keluar dari mobil sekarang," teriak polisi kepada pria di dalam mobil di dalam halaman, menurut video saksi mata kejadian yang dilihat Reuters.
Seorang pria berusia 39 tahun ditangkap dan seorang polisi berusia 24 tahun mengalami cedera di tangannya, kata polisi.
Tim Enright, seorang pekerja konstruksi yang saat itu berada di atap gedung di dekatnya, mengatakan ia melihat seorang petugas polisi mengambil foto mobil yang diparkir di dekat konsulat sekitar pukul 8 pagi.
BACA JUGA:
Ia kemudian mengatakan mendengar sirene dan helikopter tiba di lokasi kejadian.
Truk bak terbuka kemudian membawa SUV putih dari halaman konsulat, kata seorang saksi mata Reuters.
Konsulat sempat ditutup sebentar sebelum dibuka kembali, kata orang-orang di balik barisan polisi yang sedang menjalani janji temu visa pada Senin.
"Tidak ada ancaman saat ini atau yang akan datang terhadap konsulat atau masyarakat setempat," ujar pernyataan Kepolisian Federal Australia.