JAKARTA - Indonesia menyoroti pelanggaran berulang yang dilakukan Israel dalam kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, mengungkapkan ratusan orang tewas atau terluka sejak gencatan senjata berlaku.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pertemuan sejumlah negara Arab dan mayoritas Muslim di Istanbul, Turki pada 3 November lalu.
Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia dan sejumlah negara yang kemudian disebutnya sebagi New York Group bertemu di Istanbul untuk membicarakan perkembangan proses perdamaian di Gaza.
"Dalam kesmpatan kemarin concern kita masih ada kekerasan, serangan yang dilakukan Israel yang menurut catatan kita sampai 29 oktober mencapai (sekitar) 200 jiwa yang meninggal dunia dan hampir 600 yang luka-luka," kata Menlu RI dalam keterangan di Jakarta, Rabu 5 November.
Menlu Sugiono mengatakan, dalam pertemuan tersebut Indonesia menyampaikan kepada negara-negara yang memiliki kontak langsung untuk menyampaikan apa yang menjadi concern dan mengharapkan semua pihak bisa menahan diri.
"Sehingga apa yang kita harapkan dari proses perdamaian dan gencatan senjata ini bisa benar terjadi, sesuai apa yang sudah disepakati bersama, sesuai juga dengan semangat yang menjadi dasar deklarasi di Sharm El-Sheikh (Mesir)," tandasnya.
Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh yang digelar di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir pada 13 Oktober, di mana sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, menyaksikan penandatangan perjanjian perdamaian dan penhentian perang di Gaza.
Lebih jauh Menlu Sugiono menerangkan, forum tersebut juga membahas pembicaraan yang dilakukan oleh negosiator kunci dalam upaya perdamaian di Gaza serta hal-hal yang menjadi concern bersama.
Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia ingin memberikan kontribusi terhadap proses perdamaian di wilayah kantong Palestina itu.
"Intinya kita mengharapkan ceasefire yang sebenarnya, humanitarian aid berjalan lancar dan proses rekonstruksi berjalan sesuai dengan yang dibicarakan dari awal," tandasnya.
Soal kepatuhan Israel, Menlu Sugiono mengatakan Indonesia tidak bisa meng-enforce Israel karena tidak melakukan kontak langsung.
"Tapi concern itu kita sampaikan pada teman-teman yang punya jalur langsung untuk berbicara. Semua harus punya satu niat baik untuk bisa menggolkan proses perdamaian ini," tandasnya.
"Siapa pun yang punya koneksi langsung, kita sampaikan (concern Indonesia)," tambah Menlu Sugiono ketika ditanya apakah akan melobi Amerika Serikat agar mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
BACA JUGA:
Diketahui, Israel dan Hamas melanjutkan perundingan tidak langsung yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki untuk menyelesaikan situasi di Jalur Gaza pada 6 Oktober.
Pada 9 Oktober, pihak-pihak yang bertikai menandatangani perjanjian tentang implementasi tahap pertama dari rencana gencatan senjata Gaza yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. Gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.
Kendati demikian, sejak saat itu Israel tercatat masih melakukan serangan ke wilayah Gaza.
Kemarin, sumber medis di Gaza mengonfirmasi jumlah korban tewas Palestina sejak kesepakatan gencatan senjata telah mencapai 240 orang, sementara 607 lainnya luka-luka, dikutip dari WAFA.
Sementara, total korban tewas Palestina sejak konflik terbaru pecah pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 68.872 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, serta 170.677 lainnya luka-luka.