Bagikan:

JAKARTA – Tahapan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi dimulai untuk memperkuat fondasi IKN sebagai pusat pemerintahan modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ini melampaui sekadar infrastruktur fisik.

"Pembangunan tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang layak, tetapi juga menciptakan ekosistem pemerintahan, sosial, dan ekonomi yang terintegrasi," ujar Basuki di Sepaku, dikutip dari ANTARA, Rabu, 5 November 2025.

Menurutnya, dampak pembangunan harus memberikan manfaat konkret bagi berbagai pihak, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja konstruksi, hingga masyarakat sekitar.

Dampak Sosial dan Ekonomi Digital

Komitmen terhadap masyarakat terlihat dari program pengembangan kapasitas yang masif.

Otorita IKN bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah melatih 1.000 pelajar SMA/SMK untuk menjadi pembuat konten digital (content creator). Program ini dirancang untuk mendorong ekonomi digital dan membuka peluang kerja baru bagi generasi muda di sekitar IKN.

Selain itu, 879 program pengembangan kapasitas lainnya juga telah terselenggara, menyasar kaum ibu, sahabat difabel, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kesiapan Regulasi dan Air Baku

Menuju status pemerintahan daerah khusus (pemdasus), Otorita IKN menggandeng Jimly School of Law and Government (UGM) untuk merancang kerangka regulasi dan struktur pemdasus secara komprehensif.

Aspek vital lain adalah ketersediaan air. Basuki memastikan sumber air baku telah siap menopang kebutuhan ASN yang akan direlokasi. Di antaranya adalah kebutuhan air bersih yang telah disiapkan dari Bendungan Sepaku Semoi (luas 800-900 hektare) dengan kapasitas tampung 16 juta meter kubik, menyediakan total 2.500 liter per detik air baku.

Dari jumlah tersebut, 1.500 liter/detik dialirkan ke IKN dan 1.000 liter/detik ke Kota Balikpapan.

Intake Sepaku disiapkan dengan instalasi pengolahan air berkapasitas 300 liter/detik. Targetnya: air yang mengalir ke IKN adalah air yang dapat diminum langsung dari keran.

Percepatan Pembangunan Fisik

Proyek prioritas lainnya seperti penataan Pasar Sepaku, Masjid Negara, dan Basilika ditargetkan selesai dan beroperasi pada akhir 2025.

Konektivitas jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) sub-wilayah (WP 1B dan 1C), hunian, pasar, dan fasilitas pendidikan juga disiapkan demi mendukung kelancaran relokasi ASN.

Pembangunan fisik dan non-fisik di IKN kini berjalan semakin masif. Saat ini, sedikitnya 7.000 pekerja konstruksi tinggal di hunian pekerja konstruksi (HPK). Diperkirakan pada tahap dua, jumlah pekerja akan melonjak hingga 20.000 orang untuk mempercepat proses pembangunan ibu kota baru ini.