JAKARTA - Keuskupan Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri atau Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) menegaskan bahwa gereja di lingkungan aparat keamanan harus menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.
“Gereja di lingkungan TNI dan Polri harus menjadi tanda pengharapan dan perdamaian, serta menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila, Sapta Marga, dan Tri Brata,” kata Wakil Uskup Umat Katolik TNI dan Polri, Romo Kolonel Sus Yos Bintoro, Pr., dalam Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 di Jakarta, Antara, Selasa, 4 November.
Romo Yos menjelaskan bahwa OCI menggambarkan gereja sebagai komunitas yang berjalan bersama serta menjadi komunitas pengharapan.
Melalui kegiatan tahunan seperti misa bersama pada hari besar keagamaan dan nasional, retret, serta pendampingan keluarga Katolik, OCI berupaya menumbuhkan semangat kasih, persaudaraan, dan pengabdian.
Pelayanan gereja di lingkungan TNI dan Polri, katanya, hadir untuk mendampingi umat agar memperoleh keselamatan jiwa melalui belas kasih Allah.
Namun, ia mengakui adanya sejumlah tantangan dalam pelayanan pastoral, baik internal maupun eksternal. Tantangan internal meliputi belum adanya pedoman dasar pelayanan umat selama puluhan tahun, keterbatasan tenaga rohaniwan, serta perlunya peningkatan koordinasi dengan keuskupan teritorial.
Sementara itu, tantangan eksternal mencakup regulasi formal terkait rekrutmen dan penempatan pastor di institusi TNI dan Polri.
Untuk mengatasi hal tersebut, OCI telah mengambil beberapa langkah strategis, antara lain menyusun pedoman direktorium OCI, membangun komunikasi struktural dengan pimpinan TNI dan Polri, melaksanakan retret rohaniwan setiap tiga tahun, serta mengembangkan situs web pelayanan OCI.
“Saat ini terdapat sembilan pastor organik dan 22 pastor pelayan nonorganik (Pasyanmilpol) yang melayani umat di berbagai wilayah keuskupan,” ujar Yos.
Partisipasi OCI dalam SAGKI 2025 disebut sebagai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya keuskupan bagi umat Katolik di lingkungan TNI/Polri turut serta dalam sidang agung gereja Katolik nasional.
BACA JUGA:
OCI, yang dahulu dikenal sebagai Keuskupan Militer, memiliki yurisdiksi khusus dalam pelayanan pastoral bagi umat Katolik yang bertugas di lingkungan TNI dan Polri. Berdasarkan Konstitusi Apostolik Spirituali Militum Curae (1986) dan Bulla Paus Pius XII Nomor 102/50, OCI menjadi bagian resmi dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Sejak berdiri pada 25 Desember 1949, pelayanan OCI telah berkembang dari masa Vikariat Militer hingga menjadi keuskupan penuh yang melayani umat di berbagai lembaga pendidikan seperti Akademi Militer (Akmil) Magelang, Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, dan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.