JAKARTA - Bella Culley, remaja perempuan Inggris yang sedang hamil dan dipenjara di Georgia karena menyelundupkan mariyuana (ganja) dan hashish dari Thailand, dibebaskan pada Senin.
Pembebasan Culley berdasarkan kesepakatan pembelaan yang menjatuhkan hukuman hampir enam bulan penjara yang telah ia jalani.
Digandeng oleh ibu dan pengacaranya di luar gedung pengadilan beberapa saat setelah dibebaskan, Culley, 19 tahun, mengatakan ia tidak menyangka akan bebas, dan merasa "bahagia dan lega" mendengar putusan tersebut.
Culley, asal Billingham di timur laut Inggris, dijatuhi hukuman lima bulan 24 hari penjara yang sebelumnya telah dijalaninya di negara Kaukasus Selatan tersebut, tempat ia ditangkap di bandara saat tiba pada Mei setelah menghilang di Thailand.
Ia juga membayar denda sebesar 500.000 lari ($187.000).
Jaksa penuntut Georgia mengatakan Culley membawa 12 kg (26 pon) ganja dan 2 kg hasis di dalam kopernya.
Ia dan tim pembelanya mengaku mengalami penyiksaan di Thailand dan dipaksa untuk membawa narkoba tersebut.
Culley, yang sedang hamil sekitar delapan bulan, awalnya mengaku tidak bersalah pada sidang bulan Juli atas kepemilikan dan perdagangan narkoba ilegal.
Jaksa kasus, Vakhtang Tsalughelashvili, mengatakan pihak berwenang menyesuaikan kesepakatan pembelaannya setelah mempertimbangkan usia muda dan kehamilannya.
"Kami sangat berterima kasih karena mereka mempertimbangkan situasi dan kondisi keuangan Bella," ujar pengacara Culley, Malkhaz Salakaia, kepada wartawan dilansir Reuters, Senin, 3 November.
BACA JUGA:
Putusan ini merupakan puncak dari persidangan bergengsi yang mengangkat Culley dan keluarganya ke hadapan publik di saat Tbilisi sedang memperketat hukuman untuk pelanggaran terkait narkoba.
Penyelundupan narkoba dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 20 tahun di Georgia. Awal tahun ini, pemerintah mengesahkan amandemen yang meningkatkan hukuman bagi mereka yang mengonsumsi dan memiliki sejumlah kecil narkotika.