Bagikan:

JAKARTA - Sopir angkot M02, Slamet mengaku pendapatannya menurun sejak beroperasinya layanan JakLingko JAK41 (Pulogadung–Kampung Melayu). Kata Slamet, penurunan pendapatan terjadi cukup drastis dari tahun ke tahun. Terlebih setelah jumlah armada dan halte JakLingko terus bertambah.

"Dorongan untuk protes itu supaya untuk meningkatkan pendapatan kita, karena adanya JakLingko otomatis pendapatan kita berkurang, kadang-kadang setoran saja kita tidak ketutup, kadang-kadang juga rugi," kata Slamet kepada wartawan, Senin, 3 November 2025.

"Kalau dulu memang waktu awal-awal kita nggak protes karena apa, stop-nya itu jaraknya jauh-jauh, Sekarang makin ditambah-tambah deket-deket pak jaraknya," ungkapnya.

Slamet mengaku sudah kewalahan mencari penumpang. Terlebih jalur trayek juga sama dengan JAK41, Pulogadung–Kampung Melayu.

"Apalagi jalurnya sama juga, jalurnya sama persis 100 persen, sudah begitu mobilnya ditambah terus JakLingko," katanya.

Slamet mengatakan, dirinya dan sebagian besar rekannya bertahan menjadi sopir angkot M02 karena tidak memiliki pilihan pekerjaan lain.

"Karena gimana lagi ya, orang bisanya kita cuma di sini aja, direguler saja gitu. Sebenernya kalau ada alternatif lain kita ingin pindah gitu. Tapi ya kemampuan kita bisanya cuma di situ saja sih," katanya.

Bahkan Slamet mengaku dirinya pernah membawa dua penumpang selama satu kali perjalanan dari Pulogadung ke Kampung Melayu.

"Bawa pulang paling kalau lagi bagus paling Rp50 ribu, kalau lagi bagus sih. Kalau jelek-jeleknya kadang-kadang malah tekor kita, nombok juga. Saya pernah ngalamin. Saya alami sendiri ini, dari Pulogadung sampai Kampung Melayu, cuma dapet Rp5 ribu. Bayangin saja, satu kali jalan," katanya.

Sementara itu, sejumlah sopir angkot M02 dan pengemudi JakLingko JAK41 masih memarkirkan kendaraannya di sekitar Jalan Persahabatan Utara, Jalan Balai Pustaka Barat, dan Jalan Wisma Jaya, Pulogadung, Jakarta Timur pada Senin, 3 November 2025.

Layanan JakLingko JAK41 (Pulogadung–Kampung Melayu) masih dihentikan sementara akibat adanya protes dari sopir angkot M02 (Kampung Melayu-Pulogadung).

Beberapa sopir angkot M02 tampak berkumpul sambil menempelkan poster berisi tuntutan di badan kendaraan mereka.

Salah satu tuntutan tersebut adalah agar trayek JakLingko JAK41 diubah sehingga tidak melalui rute yang sama dengan mikrolet M02.

Sementara itu, sejumlah sopir JakLingko JAK41 juga terlihat berkumpul di sekitar Jalan Wisma Jaya, di dekat lokasi angkot yang terparkir.

Sutrisno (60), pengemudi angkot M02, memastikan tidak ada tindakan pengadangan terhadap sopir JakLingko JAK41.

"Enggak ada (penghadangan), itu (yang minta) korlap-korlapnya, orang dari JakLingko dan Transjakarta biar parkir bareng dari kemarin, bukan kita," ucap Sutrisno.

Menurutnya, aksi yang dilakukan para sopir angkot M02 murni bentuk penyampaian aspirasi terkait trayek, bukan upaya untuk menghalangi operasional JakLingko JAK41.