JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghentikan sementara layanan Mikrotrans rute Jak41 (Pulogadung–Kampung Melayu) setelah terjadi aksi penghadangan oleh sejumlah sopir angkutan reguler M02 di kawasan Jalan Persahabatan Raya, Jakarta Timur.
Insiden ini terjadi sejak Sabtu, 1 November, sekitar pukul 15.47 WIB. Akibatnya, layanan publik yang baru beroperasi beberapa bulan terakhir itu belum bisa melayani pelanggan hingga Minggu, 2 November.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa penghentian layanan diambil untuk menjaga keselamatan penumpang maupun petugas di lapangan.
"Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas terhentinya operasional layanan Mikrotrans Rute Jak41 (Pulogadung–Kp. Melayu) yang terjadi sejak Sabtu kemarin, pukul 15:47 WIB. Keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan pelanggan dan petugas," ujar Ayu dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 2 November.
Ayu mengatakan, petugas Transjakarta bersama aparat keamanan dan instansi terkait kini masih berada di lokasi untuk melakukan mediasi dengan pihak sopir angkot. Tujuannya mencari solusi terbaik agar layanan bisa segera dipulihkan.
"Saat ini, petugas Transjakarta, didukung aparat keamanan dan instansi terkait, terus berkoordinasi dan melakukan mediasi di lokasi untuk mencari jalan keluar terbaik," jelasnya.
Transjakarta juga telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan arahan dan bantuan penanganan lebih lanjut.
Perusahaan transportasi milik Pemprov DKI itu memastikan akan berupaya mengembalikan layanan rute Jak41 secepat mungkin. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan armada Mikrotrans kembali beroperasi.
"Transjakarta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan berkomitmen untuk pemulihan layanan, agar layanan Rute Jak41 dapat segera dibuka kembali dan melayani pelanggan dengan normal," tutup Ayu.