JAKARTA - Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan pada Hari Rabu, Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, menepis apa yang disebutnya sebagai salah kutip posisi badan tersebut secara terus-menerus.
Berbicara di markas besar PBB di New York, ia mengatakan Teheran "tidak, dan tidak pernah," sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir.
"Saya ingin memperjelas hal ini," tegasnya, melansir Arab News 30 Oktober.
"Kami sering salah kutip tentang hal ini dan orang-orang mengatakan bahwa kami telah mengatakan hal-hal yang tidak pernah kami katakan," tandasnya.
Grossi, yang telah memimpin badan pengawas nuklir PBB sejak 2019, mengatakan kerja sama antara Iran dan IAEA telah berfluktuasi dalam beberapa bulan terakhir akibat perkembangan politik. Tetapi, Teheran tetap menegaskan kembali komitmennya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
"Saya telah berulang kali memberi tahu rekan-rekan kami di Iran bahwa mengurangi kerja sama bukanlah respons yang tepat," ungkapnya.
"Namun saya pikir merupakan langkah bijak bahwa mereka telah menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan NPT," tandasnya.
Inspeksi IAEA di Iran untuk sementara dihentikan karena alasan keamanan akibat "Perang 12 Hari" antara Iran dan Israel pada bulan Juni, kata Grossi.
Upaya untuk melanjutkan keterlibatan sedang berlangsung, tambahnya, khususnya menyoroti perjanjian yang ditengahi pada bulan September di Kairo, di bawah Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, yang memungkinkan inspeksi untuk dilanjutkan kembali.
"Pengaturan ini tidak sempurna tetapi berhasil," kata Grossi, seraya menambahkan ia tetap sering berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Iran dan pejabat lainnya.
Ditanya tentang serangan Israel dan AS terhadap situs nuklir Iran selama konflik pada Bulan Juni, Grossi mengatakan kerusakan pada tiga fasilitas "sangat besar" dan telah menghambat program nuklir Iran.
"Tidak ada keraguan tentang hal ini," tambahnya, memperingatkan insiden semacam itu mempersulit pekerjaan inspeksi yang dilakukan oleh IAEA.
BACA JUGA:
Grossi menolak klaim di media Iran yang menyebutkan laporan yang disusun oleh lembaganya telah berkontribusi pada konflik regional.
"Tidaklah tepat menyerang organisasi internasional dan menyalahkannya atas sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan organisasi tersebut," ujar Grossi.
"Laporan kami mencerminkan fakta teknis, bukan penilaian politik," tandasnya.