Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan telah menginstruksikan Departemen Perang (dulu Departemen Pertahanan) untuk segera melanjutkan uji coba senjata nuklir atas dasar "kesetaraan" dengan negara-negara nuklir lainnya.

"Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji Senjata Nuklir kami atas dasar yang sama. Proses itu akan segera dimulai," tulis Presiden Trump di Truth Social, menjelang pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan, melansir Reuters 30 Oktober.

"Rusia berada di posisi kedua, dan Tiongkok berada di posisi ketiga, tetapi akan sama dalam 5 tahun," lanjut Presiden Trump.

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Hari Rabu, Rusia telah berhasil menguji super torpedo bertenaga nuklir Poseidon yang menurut para analis militer mampu menghancurkan wilayah pesisir dengan memicu gelombang laut radioaktif yang besar.

Sementara Presiden Trump memperketat retorika dan sikapnya terhadap Rusia, Presiden Putin secara terbuka memamerkan kekuatan nuklirnya dengan uji coba rudal jelajah Burevestnik baru pada 21 Oktober dan latihan peluncuran nuklir pada 22 Oktober.

Amerika Serikat sendiri diketahui terakhir kali melakukan uji coba senjata nuklir pada tahun 1992.

Untuk diketahui, uji coba memberikan bukti tentang apa yang dapat dilakukan oleh senjata nuklir baru dan apakah senjata lama masih berfungsi.

Selain menyediakan data teknis, uji coba semacam itu akan dipandang di Rusia dan Tiongkok sebagai penegasan yang disengaja atas kekuatan strategis AS.

Amerika Serikat membuka era nuklir pada Juli 1945 dengan uji coba bom atom berkekuatan 20 kiloton di Alamogordo, New Mexico, dan kemudian menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada Agustus 1945 untuk mengakhiri Perang Dunia Kedua.