Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Federasi Rusia Konstantin Kosachev mengatakan keputusan Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan uji coba nuklir tidak sesuai dengan komitmen AS dalam Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT) dan moratorium uji coba senjata nuklir.

"Keputusan Presiden AS untuk melanjutkan uji coba nuklir tidak sesuai dengan kewajiban Amerika Serikat. AS tidak pernah menarik tanda tangan mereka dari CTBT yang ditandatangani pada tahun 1996. Dan bahkan tanpa meratifikasi perjanjian tersebut, mereka 'wajib untuk menahan diri dari tindakan yang akan menghilangkan tujuan dan sasaran perjanjian tersebut,' sebagaimana dinyatakan dalam Konvensi Wina 1969 tentang Hukum Perjanjian (pasal 18). Pada saat yang sama, Amerika Serikat memberlakukan moratorium uji coba senjata nuklir pada tahun 1992, menyusul Uni Soviet pada tahun 1990, yang masih berlaku," kata Kosachev di Telegram, Kamis 30 Oktober malam, dikutip dari Tass.

Kosachev yakin inti dari tindakan AS dan sekutunya, NATO,  berusaha melemahkan sistem perjanjian pengendalian senjata nuklir dengan menghapus batasan yang ada sehingga mereka mencapai keuntungan militer secara sepihak. 

"Mereka telah bertindak kurang ajar dan percaya diri dalam beberapa tahun terakhir, dengan ilusi bahwa mereka tidak akan menerima tanggapan. Dan sekarang ada tanggapan Rusia yang meyakinkan atas nama Oreshnik, Burevestnik, dan Poseidon. Terlebih lagi, sementara Rusia mematuhi kewajibannya, termasuk berdasarkan perjanjian yang tidak lagi berlaku," ujar Kosachev.

Sebelumnya, satu jam sebelum bertemu Presiden China Xi Jinping di pangkalan udara di Busan, Korea Selatan, Kamis 30 Okotober,  Presiden Donald Trump menginstuksikan Pentagon untuk melakukan uji coba nuklir AS.

Pengumuman AS bakal uji coba nuklir itu disampaikan Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social. 

Menurut Trump, perintahnya ke Pentagon dengan "dasar yang sama" seperti program uji coba negara lain yang memiliki senjata nuklir. Trump menekankan uji coba nuklir milik AS harus dilakukan sesegera mungkin.