Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ternyata menyoroti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh sejak 2015. Sejumlah peringatan diberikan saat itu, termasuk soal manfaatnya.

Hal ini disampaikan Ketua DPP PDI-P, MY Esti Wijayanti, yang menyebut ketua umumnya bahkan menanyakan urgensi pembangunan kereta cepat tersebut. 

“Ya, kalau soal Whoos saya kira Bu Mega kan sudah mengingatkan sejak awal. Ya, 2015 sudah mengingatkan sejak awal, apakah itu sudah saatnya? Apakah itu akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat secara keseluruhan? Lalu, bagaimana catatan-catatan yang harus diberikan terkait dengan hal itu,” kata Esti kepada wartawan, Selasa, 28 Oktober. 

Esti juga bicara soal penyelidikan dugaan korupsi proyek Whoosh yang sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kata dia, aparat penegak hukum harus tegas menuntaskan.

“Sesuatu yang memang terbukti ada korupsi disitu, ya, memang harus ada penindakan dari aparat penegak hukum. Saya kira tegas kalau soal itu,” ujar dia.

Senada, Ribka Tjiptaning yang juga menjabat Ketua DPP PDIP juga menyebut urusan penyelidikan dugaan korupsi menjadi ranah KPK. “Biar saja semua yang ada indikasi itu kita dukung persoalan itu untuk diperiksa. Gitu saja PDI Perjuangan ya,” ungkapnya di lokasi yang sama.

Sebagai informasi, Whoosh melayani rute Jakarta-Bandung dengan panjang rute 142,3 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit dan beroperasi sejak Oktober 2023 setelah diresmikan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Proyek ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Tiongkok.

Nilai proyeknya saat itu hanya ditargetkan 5,13 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp82,08 triliun. Namun, angka ini membengkak sebesar 1,2 miliar dolar Amerika Serikat menjadi 7,27 miliar dolar Amerika atau setara Rp115 triliun dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat Rp16 ribu.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Dari informasi yang dikumpulkan VOI, penyelidikan ini berkaitan dengan sejumlah proses terkait pengadaan bukan hanya penggelembungan anggaran atau mark-up.

 

Adapun saat dikonfirmasi informasi itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo belum mau bicara banyak. Dia hanya menegaskan penyelidikan biasanya dilakukan secara tertutup.

“Itu masuk ke materi penyelidikan sehingga kami belum bisa menyampaikan materi substansi dari perkara ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 27 Oktober.

Budi memastikan proses penyelidikan terus berjalan. “Sejauh ini tidak ada kendala,” tegasnya.

“Jadi memang penyelidikan masih terus berprogres. Berikan ruang, berikan waktu pada proses penegakan hukum yang sedang berjalan di KPK ini supaya prosesnya bisa betul-betul firm untuk menemukan dalam pencarian terkait dengan informasi ataupun keterangan-keterangan yang dibutuhkan oleh tim,” sambung Budi.