JAKARTA - Kejaksaan Ekuador menyatakan tidak akan menahan warga negara Ekuador yang selamat dari serangan militer AS terhadap kapal yang diduga mengangkut narkoba di Karibia.
Pria yang diselamatkan oleh pasukan AS setelah serangan, tiba di Ekuador pada Sabtu akhir pekan lalu dan dibebaskan setelah kejaksaan mengatakan tidak ada bukti kejahatan yang dilakukan.
"Setelah warga tersebut tiba, petugas Antinarkoba mendatangi Unit Penegakan Hukum untuk memberi tahu jaksa, tetapi tidak ada laporan kriminal atau pemberitahuan tentang kejahatan apa pun yang dilakukan di wilayah Ekuador," kata kantor tersebut dilansir Reuters, Selasa, 21 Oktober.
Pekan lalu, militer AS menyerang kapal semi-submersible, menewaskan dua awak kapal dan menyelamatkan dua korban selamat—satu warga Ekuador dan satu warga Kolombia.
Dalam unggahan media sosial, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan intelijen AS mengonfirmasi kapal ini sebagian besar mengangkut fentanil dan “narkotika ilegal lainnya."
Trump mengatakan para korban selamat akan dipulangkan ke negara asal mereka untuk ditahan dan diadili.