JAKARTA - Wakil Presiden AS JD Vance akan mengunjungi Israel pada Selasa. Otoritas mengumumkan persiapan kedatangannya di bandara Tel Aviv.
Otoritas Bandara Israel mengatakan gangguan lalu lintas di sekitar bandara diperkirakan terjadi antara pukul 10.30 hingga 13.30 waktu setempat dan beberapa penerbangan akan dipindahkan ke terminal lain.
Dilaporkan sebelumnya, 97 warga Palestina tewas dan 230 lainnya luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober. Pemerintah Gaza mencatat ada 21 pelanggaran gencatan senjata pada Minggu.
Dalam pernyataannya, kantor Media Pemerintah Gaza menyebut pasukan Israel melakukan 80 pelanggaran terdokumentasi sejak deklarasi gencatan senjata, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Pelanggaran tersebut mencakup penembakan langsung terhadap warga sipil, serangan massal, penargetan disengaja, pembentukan “sabuk tembak”, serta penangkapan warga sipil.
Pemerintah Gaza menuduh militer Israel menggunakan kendaraan lapis baja, tank di tepi permukiman, derek elektronik dengan sistem penargetan jarak jauh, serta pesawat tempur dan drone quadcopter dalam melancarkan serangan.
“Pelanggaran ini terjadi di seluruh wilayah Gaza tanpa terkecuali. Fakta ini menegaskan pendudukan tidak mematuhi gencatan senjata dan terus menjalankan kebijakan pembunuhan dan teror terhadap rakyat kami,” demikian pernyataan pemerintah Gaza.
BACA JUGA:
Pemerintah Gaza menuntut pertanggungjawaban penuh tentara Israel dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa serta pihak penjamin perjanjian untuk segera turun tangan menghentikan kekerasan.
Perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang diusulkan Presiden AS Donald Trump telah mulai berlaku pada 10 Oktober.
Kesepakatan tersebut mencakup penarikan bertahap pasukan Israel, pertukaran tahanan, akses bantuan kemanusiaan segera, dan perlucutan senjata Hamas.
Gencatan senjata ini mengakhiri dua tahun perang genosida Zionis Israel yang menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, melukai sekitar 170.000 orang, dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur Gaza.