Bagikan:

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance mengatakan delegasi AS gagal mencapai kesepakatan dengan Iran setelah 21 jam perundingan damai pertama sejak kemarin di Islamabad, Pakistan.

Dalam konferensi pers yang sangat singkat pada Minggu 12 April dikutip dari The Telegraph, Vance mengatakan tim negosiasi AS tidak menacapi kesepakatan dengan delegasi Iran.

Menurutnya, Iran telah memilih untuk tidak menerima persyaratan AS, termasuk komitmen untuk tidak membangun senjata nuklir.

Sementara itu, media pemerintah Iran mengatakan perundingan tersebut gagal karena "tuntutan yang tidak masuk akal" dari AS.

Sebelumnya, kantor berita Iran Tasnim via Sputnik melaporkan, meskipun terdapat perbedaan dari kedua pihak, negosiasi antara delegasi Iran dan AS ditengahi Pakistan akan berlanjut pada hari ini Minggu 12 April.

"Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan," kata Pemerintah Iran di saluran Telegramnya.

Awalnya perundingan damai AS-Iran di Islamabad, Pakistan, ditunda setelah berlangsung selama 14 jam sejak Sabtu 11 April 2026. Delegasi AS-Iran kemudian melakukan pertukaran dokumen-dokumen keahlian.

"Perundingan akan tetap berlanjut meskipun terdapat beberapa perbedaan," bunyi pernyataan Kedubes Iran di Indonesia dalam akun X-nya, @IraninIndonesia.

Perundingan kemudian dilanjutkan hingga total 21 jam negosiasi tahap pertama terkait perpanjangan gencatan senjata dua pekan menjadi kesepakatan permanen. Namun, Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance mengatakan tidak tecapai kesepakatan dalam perundingan tersebut.

JD Vance kemudia nmengatakan delegasi AS dalam perundingan ini meninggalkan Pakistan hari ini, Minggu 12 April.