Bagikan:

JAKARTA - Militer AS kembali melakukan serangan terhadap tiga kapal diduga menyelundupkan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur menyebabkan tewasnya delapan orang.

Komando Selatan AS yang memimpin operasi militer AS di Amerika Latin dan Laut Karibia dalam akun X-nya mengumumkan serangan tersebut terjadi kemarin.

“Intelijen mengkonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang dikenal di Pasifik Timur dan terlibat dalam perdagangan narkoba,” tulis akun X Komando Selatan AS, @Southcom, pada hari ini.

Dalam unggahannya, Komando Selatan AS juga meyertakan rekaman video dari tiga kapal terpisah yang mengapung di air sebelum masing-masing dihantam oleh serangan bom.

Komando Selatan AS menambahkan, serangan tersebut menewaskan tiga orang di kapal pertama, dua orang di kapal kedua, dan tiga orang lainnya di kapal ketiga.

Meski demikian, militer AS lagi-lagi tidak memberikan bukti atas klaimnya terhadap serangan menargetkan kapal-kapal diduga angkut narkoba di Samudra Pasifik maupun di perbatasan Amerika Latin.

Sorotan tajam terhadap serangan tersebut telah disuarakan para pembela hak asasi manusia dan anggota parlemen AS dari Partai Demokrat. Bulan lalu, kepala hak asasi manusia PBB memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat melanggar hukum internasional.